Moskow (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Rabu, menyatakan negaranya menegaskan lagi solidaritas teguh terhadap Kuba di tengah tekanan eksternal yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap rakyat Kuba.

"Di tengah tekanan eksternal yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap rakyat Kuba, kami sekali lagi menyampaikan solidaritas dan dukungan kami yang teguh," kata Lavrov dalam telegram ucapan selamat ulang tahun ke-95 kepada mantan presiden Kuba Raul Castro.

Rusia dan Kuba akan terus bekerja "bersama-sama" untuk mempererat kerja sama, baik secara bilateral maupun di forum-forum internasional, guna membangun tatanan dunia multipolar yang adil, kata Lavrov.

Dia juga sangat menghargai kenangan saat beberapa kali bertemu Raul Castro serta sejumlah percakapan jujur dan bermakna dengan pemimpin Kuba tersebut.

Lavrov juga mendoakan agar Castro selalu sehat, memiliki ketabahan yang tak pernah surut, dan sejahtera.

Dalam beberapa bulan terakhir, Amerika Serikat meningkatkan tekanan politik dan ekonomi terhadap Kuba. Pada Januari, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk memberlakukan tarif atas impor dari negara-negara yang memasok minyak ke Kuba. Trump juga mengumumkan keadaan darurat nasional dengan alasan adanya dugaan ancaman Kuba terhadap keamanan nasional AS.

Langkah itu memperparah kelangkaan bahan bakar di Kuba hingga berdampak pada pembangkit listrik, transportasi, produksi pangan, layanan kesehatan, serta pendidikan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rusia tegaskan tetap dukung Kuba di tengah tekanan eksternal

Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026