Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan dan berbagai mitra strategis mengadakan #SehatTanpaRokok sebagai upaya membantu masyarakat terlepas dari adiksi rokok melalui edukasi, penguatan kapasitas tenaga medis di Puskesmas, serta penyediaan akses Terapi Pengganti Nikotin (NRT) yang aman.

"Melalui kampanye #SehatTanpaRokok, kami menggandeng sektor swasta dan organisasi profesi medis untuk memastikan masyarakat tidak hanya menerima edukasi bahaya merokok, tetapi juga mendapatkan akses terhadap pendampingan klinis dan farmakoterapi yang tepat," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi.

Nadia menyebutkan di Jakarta, Rabu, bahwa ketergantungan tembakau masih menjadi salah satu krisis kesehatan masyarakat terbesar di Indonesia yang membawa dampak serius secara sosial dan ekonomi. Dampak fatal dari rokok tidak hanya mengancam perokok aktif, namun juga perokok pasif dan perokok ketiga, yakni yang menghirup residu racun rokok yang menempel pada pakaian, kulit, hingga perabotan rumah).

"Ancaman ini kian nyata bagi anak-anak yang hidup bersama orang tua perokok. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, pneumonia memicu 740 ribu kematian pada anak di bawah usia 5 tahun secara global setiap tahunnya, dan anak-anak yang berada di lingkungan orang tua perokok memiliki kerentanan jauh lebih tinggi untuk terkena pneumonia akibat asap rokok," ujarnya.

Krisis ini, katanya, turut diperparah oleh lonjakan penggunaan rokok elektrik (vape) di kalangan remaja yang meningkat pesat hingga 10 kali lipat, dari 0,3 persen menjadi 3 persen.

Oleh karena itu, katanya, bertepatan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Kemenkes menjalin kolaborasi strategis dengan Kenvue, Guardian Indonesia, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Realita yang ada mendorong lahirnya kampanye nasional #SehatTanpaRokok yang merupakan inisiatif lanjutan dari Program Upaya Berhenti Merokok untuk Indonesia Sehat yang diamanatkan Undang-Undang No.17 Tahun 2023 tentang Kesehatan," katanya.

Marketing Director Kenvue Indonesia Fika Yolanda mengatakan, pihaknya berkomitmen membantu Kemenkes dalam intervensi guna menekan prevalensi perokok di Indonesia.

"Tujuan utama kami adalah memastikan setiap individu yang memiliki niat untuk berhenti merokok mendapatkan pendampingan yang tepat serta akses terhadap solusi medis yang terbukti secara ilmiah," kata Fika.

Pihaknya pun bekerja sama dengan Guardian untuk memperluas akses publik ke Nicorette, NRT pertama dan satu-satunya yang berstatus farmakoterapi resmi di Indonesia, untuk membantu individu yang mau berproses berhenti merokok.

Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM, dr. William Adi Teja pun menyebutkan komitmen pihaknya untuk memastikan keamanan produk terapi berstandar medis untuk membantu publik yang mau melepaskan diri dari ketergantungan.

“Perlindungan konsumen adalah prioritas mutlak,” kata William.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenkes adakan #SehatTanpaRokok bantu bebas dari bahaya adiksi rokok

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026