Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi mengatakan peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya muda (SDM) muda sangat diperlukan untuk menghadapi disrupsi teknologi digital termasuk kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor industri.
“Kami di Kemnaker melihat bahwa disrupsi digital adalah keniscayaan yang harus dihadapi dengan kesiapan kompetensi,” kata Cris dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Ia menilai, perkembangan teknologi digital dan AI telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi sekaligus mengubah kebutuhan kompetensi di dunia kerja.
“Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM harus dilakukan secara berkelanjutan agar angkatan kerja baru mampu beradaptasi dan tetap kompetitif,” ujar dia.
Lebih lanjut, Cris menambahkan, Kemnaker saat ini memiliki ekosistem layanan ketenagakerjaan SiapKerja yang menyediakan layanan dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan kompetensi SDM, penempatan tenaga kerja, pengembangan usaha, hingga pelindungan dan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Selain itu, ia mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan terkait juga sangat diperlukan dalam upaya peningkatan kualitas pekerja muda.
Kemnaker sendiri baru-baru ini telah menjalin kerja sama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) untuk meningkatkan kapasitas SDM muda, khususnya jurnalis kampus, dalam menghadapi transformasi digital dan perkembangan teknologi AI.
Kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperkuat publikasi dan edukasi ketenagakerjaan kepada masyarakat.
Kesepahaman yang berlaku selama tiga tahun ini mencakup pengembangan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kolaborasi dalam literasi ketenagakerjaan, serta pemanfaatan sarana dan prasarana.
Cris mengatakan, bagi Kemnaker, media massa memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi ketenagakerjaan yang akurat, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat.
Ia menambahkan, kerja sama dengan IJTI tidak hanya ditujukan untuk memperkuat literasi ketenagakerjaan, tetapi juga mendukung peningkatan kompetensi generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
“Fokus utama kerja sama ini adalah menyiapkan generasi muda, khususnya jurnalis kampus, agar memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI. Di saat yang sama, kami ingin memperkuat edukasi ketenagakerjaan melalui publikasi yang informatif dan mudah dipahami masyarakat,” ujar Cris.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemnaker: Peningkatan kualitas SDM penting hadapi disrupsi teknologi
Pewarta: Arnidhya Nur ZhafiraEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.