Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengajak peternak di daerah itu meningkatkan produksi sapi, kambing, dan domba untuk memanfaatkan peluang pasar nasional yang masih bergantung pada impor daging.

Menurut Gusnar, kebutuhan daging dalam negeri yang belum sepenuhnya dipenuhi oleh produksi nasional membuka peluang bagi daerah penghasil ternak, termasuk Gorontalo, untuk memperluas usaha peternakan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kalau kita masih impor, berarti pasar nasional masih terbuka. Ini yang saya tangkap dan saya ajak seluruh peternak di Gorontalo untuk mengembangkan usaha ternaknya," ujar Gusnar.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Gorontalo menjadikan sektor peternakan dan perkebunan sebagai salah satu prioritas pembangunan ekonomi daerah.

Untuk mendukung peningkatan populasi ternak, pemerintah mengoptimalkan program inseminasi buatan yang dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan pengadaan ternak secara langsung.

Selain memperluas cakupan inseminasi buatan, pemerintah daerah juga akan memperkuat peran para inseminator yang menjadi ujung tombak peningkatan produktivitas peternakan di lapangan.

Di sektor perkebunan, Gusnar mendorong pengembangan komoditas kelapa yang terintegrasi dengan program hilirisasi.

Menurut dia, pengembangan kebun kelapa harus diikuti dengan penguatan industri pengolahan agar mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

Ia berharap Gorontalo dapat menjadi salah satu daerah yang berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional sekaligus mengembangkan industri berbasis komoditas unggulan daerah.

Sebelumnya, Gusnar meninjau layanan kesehatan hewan, pelaksanaan inseminasi buatan, serta menyerahkan bantuan berupa DOC (day old chick) dan bibit kelapa kepada kelompok penerima manfaat di Laboratorium Veteriner Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo.



Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026