Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meluncurkan Buku Pustaka Bahan Aktif (PUSAKA) dan Bersinergi dalam Riset Inovatif Berdaya Saing Global dan Ekspansi Pasar (BRIDGE) pada peringatan Hari Jamu Nasional, memperkuat ekosistem inovasi obat bahan alam. 

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan di Jakarta, Senin, bahwa momen peringatan Hari Jamu Nasional tidak hanya bertujuan mempromosikan jamu sebagai warisan budaya Indonesia, tetapi juga mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga dan pemanfaatan obat bahan alam Indonesia.

"Pengakuan dunia terhadap jamu semakin kuat setelah United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan jamu sebagai warisan budaya tak benda. Selain itu, pengakuan internasional juga datang dari World Health Organization (WHO) yang semakin membuka ruang bagi pengembangan pengobatan tradisional berbasis bukti ilmiah," katanya.  

Dia juga menekankan pentingnya mengenalkan jamu kepada generasi muda. Tren kembali ke alam atau back to nature yang berkembang di berbagai negara menjadi peluang besar untuk memperluas pemanfaatan jamu. Karena itu, diperlukan inovasi agar jamu dapat dikemas lebih menarik dan sesuai dengan selera generasi milenial maupun generasi alfa.  

Taruna mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa dengan sekitar 31 ribu jenis tanaman yang tumbuh di Nusantara. Dari jumlah tersebut, ribuan telah dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional dan produk kesehatan.

Saat ini, katanya, telah ada sekitar 22 ribu nomor izin edar yang berkaitan dengan obat asli Indonesia. Dia berharap jumlah tersebut terus bertambah seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk berbasis bahan alam. 

“Ini merupakan kekayaan yang luar biasa. Kita ingin semakin banyak masyarakat yang menggemari jamu karena ini milik kita sendiri,” katanya.

BPOM menaruh perhatian pada peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam pengembangan industri jamu nasional. Pelaku UMKM, termasuk penjual jamu gendong, dinilai memiliki peluang besar untuk naik kelas melalui inovasi model bisnis dan pemanfaatan teknologi digital. 

BPOM menggelar rangkaian peringatan Hari Jamu Nasional selama sepekan yang mencapai puncaknya pada gelaran Jamu Festival 2026 yang diadakan pada Minggu (7/6).

Rangkaian kegiatan yang dihadirkan pada momen puncak tersebut, antara lain Ginger Run 5K, Parade Jamu Gendong, Lomba Meracik Jamu, Cultural Show and Music Performance, dan Mini Expo. Jamu Festival 2026 juga dimeriahkan oleh 130 orang pelaku jamu gendong yang menyiapkan jamu beras kencur, kunyit asam, dan jahe untuk para pengunjung.

“Dengan lari, jalan, olahraga, ditambah konsumsi jamu, maka hidup akan semakin sehat. Ini adalah kekayaan Indonesia yang harus kita banggakan,” ujarnya.

Senada, Ketua Umum GP Jamu Jony Yuwono menyampaikan bahwa pengembangan jamu tidak cukup hanya berfokus pada produk, tetapi juga perlu didukung oleh upaya revitalisasi budaya Indonesia secara lebih luas.

“Saya berharap dan mengajak lebih luas lagi berbagai pihak untuk bergabung. Kita lihat para ibu jamu gendong berjuang melestarikan warisan budaya, yang tercermin dalam kostum mereka, berpakaian panjang dengan jarik. Mereka memberikan yang terbaik menjaga identitas bangsa,” ujarnya.

Jony berharap semua orang dapat terinspirasi dengan semangat ibu jamu gendong yang mengembangkan produk mereka. Lebih lanjut, Jony mengatakan bahwa tanaman herbal bisa lebih luas lagi diadopsi hingga ke produk kosmetik dan ini tentunya perlu dukungan BPOM.

Selain itu, BPOM juga menyerahkan Sertifikat Nomor Izin Edar (NIE) untuk sejumlah produk obat herbal terstandar (OHT) dan fitofarmaka hasil hilirisasi penelitian. Penerima NIE tersebut antara lain Mansur dari PT Ismut Fitomedika Indonesia, Raymond R. Tjandrawinata dari PT Dexa Medica, serta Jony Yuwono dari PT Sinde Budi Sentosa.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pengembangan inovasi obat bahan alam nasional, BPOM turut memberikan penghargaan kepada sejumlah peneliti yang berhasil mengantarkan hasil risetnya menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penghargaan diberikan kepada Purwoko dari Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi, I Ketut Adnyana dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, dan Elin Yulinah dari Universitas Jenderal Achmad Yani.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPOM luncurkan dua program di Hari Jamu Nasional dorong inovasi

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026