Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Provinsi Gorontalo mendorong hilirisasi komoditas kelapa melalui pengolahan batok kelapa menjadi karbon aktif yang dilakukan oleh perusahaan di daerah itu.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi di Gorontalo, Selasa, mengatakan, pihaknya telah bertemu Direktur PT Biochar Bara Lestari B Susanto Wahjudijatmiko di rumah dinas bupati, membahas investasi dan pengembangan industri karbon aktif.
Sofyan mengatakan pemerintah daerah menyambut baik investasi tersebut karena dinilai dapat meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Investasi ini diyakini membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, apalagi program ini sinkron dengan penyaluran bantuan bibit kelapa untuk 400 hektare kepada para kelompok tani," katanya.
Menurut dia, keberadaan industri pengolahan berbasis kelapa dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi sektor perkebunan di Kabupaten Gorontalo.
Pemerintah daerah, kata Sofyan, berkomitmen mendukung investor yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pengembangan industri yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Direktur PT Biochar Bara Lestari B Susanto Wahjudijatmiko mengatakan industri karbon aktif mengolah bahan baku berbasis biomassa, seperti batok kelapa, cangkang kelapa sawit dan limbah kayu menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Menurut dia, produk karbon aktif memiliki permintaan yang cukup besar di pasar domestik maupun ekspor sehingga berpotensi membuka peluang usaha baru dan meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan.
"Diharapkan Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan PT Biochar Bara Lestari dapat bersama-sama mengembangkan hilirisasi produk perkebunan," katanya.
Ia berharap pembahasan yang telah dilakukan dapat ditindaklanjuti sehingga pembangunan industri karbon aktif tersebut dapat memberikan manfaat bagi pengembangan sektor perkebunan dan perekonomian daerah.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.