Gorontalo (ANTARA) - Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyoroti pentingnya keamanan pangan jajanan anak sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Saat membuka kegiatan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) uji keamanan pangan jajanan anak sekolah oleh Saka POM Gorontalo di MIN 1 Kota Gorontalo, Selasa, ia mengatakan pangan yang aman dan bergizi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

"Sumber pangan anak tidak hanya berasal dari makanan yang disiapkan di rumah, tetapi juga dari jajanan yang mereka konsumsi selama berada di sekolah," kata Idah.

Menurut dia, anak-anak tidak dapat sepenuhnya dihindarkan dari kebiasaan membeli jajanan di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, perhatian perlu difokuskan pada upaya memastikan makanan dan minuman yang tersedia aman untuk dikonsumsi.

Momentum peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia yang diperingati setiap 7 Juni, kata dia, menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap pangan yang dikonsumsi masyarakat, termasuk jajanan anak sekolah.

Ia menjelaskan pengambilan sampel dalam kegiatan tersebut dilakukan pada berbagai jenis pangan yang dijual di kantin maupun oleh pedagang di sekitar sekolah. Sampel tersebut akan diuji untuk mengetahui tingkat keamanan pangan yang beredar di lingkungan pendidikan.

Menurut Idah, hasil pengawasan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan perlindungan kesehatan anak sekaligus mendorong penyediaan pangan yang lebih aman dan berkualitas.

Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan bahan tambahan pangan sesuai ketentuan, termasuk pewarna makanan yang kerap digunakan untuk menarik perhatian anak-anak.

"Anak-anak biasanya tertarik pada makanan yang memiliki tampilan menarik. Karena itu penggunaan bahan tambahan pangan harus sesuai aturan agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan," katanya.

Ia menilai peran sekolah, orang tua, pedagang, dan pemerintah perlu diperkuat dalam menciptakan lingkungan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi bagi anak usia sekolah.

Kegiatan yang digelar Saka POM Gorontalo itu menargetkan pengambilan sampel jajanan sekolah secara serentak dalam jumlah besar pada sekolah tingkat dasar hingga menengah selama dua bulan pelaksanaan.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan semakin meningkat sehingga anak-anak memperoleh akses terhadap pangan yang aman dan sehat selama berada di lingkungan sekolah.

 



Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026