Gorontalo (ANTARA) - Penerapan teknologi prebiotik zero waste pada budidaya padi di Kabupaten Boalemo, Gorontalo, dinilai mampu menekan biaya produksi petani sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat meninjau panen padi di Desa Dulohupa, Kecamatan Wonosari, Rabu, mengatakan inovasi yang dikembangkan Kelompok Tani Huyula tersebut telah diterapkan pada lahan seluas 60 hektare dan memasuki musim panen ketiga.
"Dari hasil yang kita lihat hari ini, padi yang menggunakan pupuk prebiotik memiliki kualitas yang berbeda dibandingkan padi biasa. Bulir padinya lebih berisi, lebih bersih, dan tampak mengilap," kata Idah.
Menurut dia, inovasi yang lahir dari masyarakat tersebut menunjukkan potensi untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian melalui peningkatan kualitas hasil panen dan efisiensi biaya produksi.
Ia menjelaskan penggunaan pupuk prebiotik dapat mengurangi biaya budidaya secara signifikan. Jika penggunaan pupuk konvensional membutuhkan biaya hampir Rp2 juta untuk satu petak sawah, teknologi prebiotik hanya memerlukan biaya sekitar Rp500 ribu.
"Ini tentu sangat membantu petani karena dapat menekan pengeluaran secara signifikan. Dengan biaya yang lebih rendah dan hasil yang lebih baik, pendapatan petani juga berpotensi meningkat," ujarnya.
Selain efisiensi biaya, teknologi tersebut juga dinilai mendukung keberlanjutan usaha tani. Berdasarkan hasil pengujian unsur hara yang dipaparkan pengembang teknologi, kesuburan tanah tetap terjaga sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara berulang pada musim tanam berikutnya tanpa mengalami penurunan kualitas yang berarti.
Idah mengatakan inovasi dan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing sektor pertanian.
"Petani harus terus berinovasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi. Dengan inovasi, biaya produksi bisa ditekan, kualitas hasil panen meningkat, dan nilai jual produk pertanian menjadi lebih tinggi," katanya.
Ia berharap semakin banyak petani yang mempelajari dan mengadopsi teknologi budidaya yang efisien guna mendukung peningkatan kesejahteraan sekaligus memperkuat produksi pangan daerah.
Pada kesempatan yang sama, Idah mengajak petani memanfaatkan pelaksanaan Pekan Nasional Tani dan Nelayan XVII di Gorontalo sebagai sarana bertukar pengalaman dan mempelajari berbagai inovasi pertanian yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing hasil pertanian.
Pewarta: Faradila AlimEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.