Gorontalo (ANTARA) - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo menyatakan edukasi sejak dini menjadi langkah penting dalam upaya mencegah penularan HIV/AIDS di kalangan remaja yang tergolong rentan terhadap berbagai perilaku berisiko.

Ketua Pelaksana KPA Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, di Boalemo, Rabu, mengatakan pemahaman mengenai HIV/AIDS perlu diberikan kepada pelajar agar mereka mengetahui cara penularan, pencegahan, serta dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan dan masa depan.

Menurut dia, peningkatan pengetahuan menjadi salah satu upaya untuk melindungi generasi muda dari risiko perilaku yang dapat menyebabkan penularan HIV/AIDS.

"Kalau kalian ingin cita-cita tercapai, maka kalian harus mampu menjaga diri. Penting bagi kalian memahami cara penularan, pencegahan, dan yang paling utama menjaga diri dari pergaulan yang berisiko," kata Idah saat memberikan edukasi kepada pelajar SMA Negeri 1 Wonosari, Kabupaten Boalemo.

Ia mengatakan kelompok usia muda perlu mendapatkan informasi yang benar mengenai HIV/AIDS agar mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari serta terhindar dari perilaku berisiko, termasuk seks bebas dan penyalahgunaan narkoba.

Selain edukasi mengenai pencegahan HIV/AIDS, KPA juga mendorong pelajar memperkuat keterlibatan dalam kegiatan positif di lingkungan sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter dan pengembangan diri.

Menurut Idah, organisasi seperti PMR, Pramuka, dan OSIS dapat menjadi wadah bagi remaja untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, serta membangun jiwa kepemimpinan.

"Fokuslah belajar dan perbanyak kegiatan positif. Penting juga jangan terburu-buru menikah di usia dini. Setelah lulus SMA, lanjutkan pendidikan atau persiapkan diri dengan baik untuk masa depan. Pemerintah juga menyediakan berbagai program beasiswa bagi siswa berprestasi," katanya.

Pada kegiatan tersebut, KPA bersama Dinas Kesehatan dan P2KB Provinsi Gorontalo juga memberikan edukasi mengenai pencegahan HIV/AIDS serta menyediakan layanan tes HIV bagi peserta yang membutuhkan.

KPA berharap peningkatan pemahaman di kalangan pelajar dapat memperkuat upaya pencegahan HIV/AIDS sekaligus mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat di kalangan generasi muda.

KPA Gorontalo saat memberikan edukasi dan sosialisasi bahaya HIV/AIDS bagi siswa SMA Negeri 1 Wonosari, Kabupaten Boalemo, Rabu (10/6/2026). ANTARA/HO-Diskominfotik


Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026