Gorontalo (ANTARA) - Di tengah derasnya arus informasi digital dan semakin sulitnya masyarakat membedakan fakta dengan informasi menyesatkan, peran jurnalis yang cerdas, kritis, dan berintegritas dinilai menjadi kunci menjaga kualitas ruang publik.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo, Trizal Entengo, saat membuka Temu Jurnalis Gorontalo 2026 di Kota Gorontalo, Jumat.
Menurut Trizal, tantangan terbesar di era digital saat ini bukan lagi keterbatasan informasi, melainkan kemampuan publik menyaring kebenaran di tengah banjir konten yang beredar cepat melalui berbagai platform digital.
"Rasanya sekarang sangat sulit membedakan mana informasi yang benar dan mana yang tidak benar. Karena itu, jurnalis memiliki peran penting menghadirkan informasi yang akurat, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan," katanya.
Ia mengatakan, profesionalisme dan integritas menjadi modal utama yang harus dijaga insan pers. Jurnalis tidak hanya dituntut mampu mengolah informasi menjadi berita yang akurat, tetapi juga memiliki daya kritis terhadap berbagai fenomena sosial, kebijakan publik, maupun informasi yang berpotensi menyesatkan masyarakat.
Menurut dia, rendahnya literasi informasi dapat memicu berbagai dampak sosial, mulai dari gesekan di tengah masyarakat hingga konflik yang bersumber dari penyebaran informasi yang tidak benar.
Karena itu, kata Trizal, media massa dan jurnalis memiliki fungsi strategis sebagai penyedia informasi yang kredibel sekaligus agen edukasi publik di tengah maraknya hoaks dan disinformasi.
Selain menyoroti tantangan dunia jurnalistik, Trizal juga mengajak insan pers memanfaatkan momentum pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang akan berlangsung di Gorontalo pada 20-25 Juni 2026.
Pemerintah Provinsi Gorontalo, lanjutnya, telah menyiapkan pusat layanan media atau media center untuk mendukung kebutuhan peliputan selama kegiatan nasional tersebut.
Ia menyebutkan sekitar 50 media nasional direncanakan hadir meliput PENAS XVII. Kehadiran media dari berbagai daerah diharapkan tidak hanya memberitakan agenda utama kegiatan, tetapi juga mengangkat potensi unggulan Gorontalo di sektor pertanian, kelautan, kehutanan, hingga pariwisata.
"Ini kesempatan besar untuk memperkenalkan Gorontalo kepada masyarakat nasional. Kami berharap teman-teman jurnalis juga ikut mempromosikan berbagai potensi daerah yang dimiliki Gorontalo," ujarnya.
Trizal menambahkan, kegiatan nasional itu diproyeksikan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, terutama melalui pemanfaatan homestay dan layanan pendukung lainnya yang digunakan peserta dari berbagai daerah.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga berharap Temu Jurnalis Gorontalo tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi forum rutin yang memperkuat jejaring, kolaborasi, dan pertukaran gagasan antarjurnalis di daerah.
"Pertemuan seperti ini penting untuk memperkuat interaksi, berbagi informasi, dan meningkatkan kapasitas jurnalis dalam menghadapi tantangan media yang terus berkembang," katanya.
Pewarta: Faradila AlimEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.