Gorontalo (ANTARA) - Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar meski kegiatan nasional tersebut baru akan berlangsung pada 20–25 Juni 2026.

Aktivitas persiapan di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) David-Tonny, Kecamatan Limboto, mendorong meningkatnya permintaan berbagai kebutuhan, mulai dari air minum isi ulang hingga makanan siap saji yang dijual warga setempat.

Abd. Rahman Baderan, pemilik usaha air minum isi ulang di Kelurahan Kayubulan yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kegiatan, mengaku mengalami peningkatan penjualan dalam beberapa hari terakhir.

“Sudah beberapa hari ini kios saya banyak didatangi pelanggan air isi ulang. Mereka bilang bekerja mempersiapkan lokasi acara sekitar 50 orang. Hampir setiap hari mengisi empat galon di sini,” ujar Rahman, Minggu.

Menurut dia, sebagian besar pekerja memilih membeli air heksagonal dibandingkan air RO biasa.

“Mereka tidak mau isi air RO, maunya heksagonal. Harganya Rp8.000 per galon, sementara air RO Rp5.000,” katanya.

Selain usaha air minum, sektor penyewaan kamar kos juga mulai merasakan dampak positif. Rahman menuturkan salah satu rumah kos di depan tempat usahanya kini ditempati sekitar 30 pekerja yang berasal dari Pulau Jawa dan terlibat dalam persiapan pelaksanaan PENAS XVII.

“Di depan juga ada kos yang ditempati sekitar 30 orang dari Jawa yang bekerja di lokasi PENAS,” ujarnya.

Peningkatan aktivitas ekonomi juga dirasakan pedagang makanan di sekitar lokasi kegiatan. Sil Ibrahim, penjual nasi kuning di depan gerbang masuk GOR David-Tonny, mengaku dagangannya lebih cepat habis dibanding hari-hari biasa.

“Saya jualan mulai jam tujuh pagi. Biasanya 20 bungkus lama habisnya, sekarang 30 bungkus sebelum jam delapan sudah habis,” kata perempuan yang akrab disapa Ma Ino itu.

Tidak hanya pedagang, manfaat ekonomi dari penyelenggaraan PENAS XVII juga akan dirasakan pemilik rumah yang disiapkan sebagai homestay bagi peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Panitia Kabupaten Gorontalo mencatat sebanyak 1.037 rumah warga telah disiapkan untuk menampung peserta PENAS XVII. Rumah-rumah tersebut tersebar di 11 desa dan kelurahan di Kecamatan Limboto dan Telaga Biru.

Sebanyak 4.027 peserta dari 35 provinsi dijadwalkan menginap di rumah warga selama pelaksanaan kegiatan. Kehadiran ribuan tamu tersebut diperkirakan akan semakin menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor kuliner, transportasi, perdagangan, hingga jasa penginapan.

PENAS XVII menjadi salah satu kegiatan nasional terbesar yang pernah digelar di Gorontalo dan diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya warga yang berada di sekitar lokasi penyelenggaraan.



Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026