Jakarta (ANTARA) - Personel TNI AL menggelar latihan operasi tempur di darat untuk mempersiapkan diri mengikuti dalam ajang bergengsi Latihan Bersama (Latma) Multilateral (Rim Of The Pacific) RIMPAC 2026 di Hawaii, Amerika Serikat.
Berdasarkan siaran pers TNI AL yang diterima di Jakarta, Senin, para personel menggelar latihan di Lapangan Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Sabtu (20/6).
Latihan tersebut langsung dipantau oleh Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Latihan Bersama (Latma) Multilateral RIMPAC 2026 Letkol Laut (P) Eko Triyatomo.
"Para personel sedang melakukan latihan latihan mobility udara (mobud) dan fastrope," kata Eko.
Mobud sendiri merupakan operasi pemindahan pasukan ke sasaran tempur melalui udara. Sedangkan fastrope merupakan teknik menuruni helikopter yang sedang melayang menggunakan tali.
Eko menjelaskan seluruh personel harus melakukan latihan dengan serius agar bisa menampilkan yang terbaik pada ajang RIMPAC.
Hal tersebut, lanjut Eko, menjadi harga mati bagi TNI AL demi mengharumkan nama baik TNI dan Indonesia di kancah internasional dalam dunia militer.
Untuk itu, dia menyempatkan hadir secara langsung memantau proses latihan untuk memastikan seluruh persiapan telah dilakukan dengan matang.
Eko melanjutkan seluruh rangkaian latihan yang prajuritnya lalukan sesuai dengan standar operasional keselamatan yang berlaku. Alhasil, rangkaian latihan di Lapangan Udara Pondok Cabe itu bisa berjalan dengan lancar dan aman.
Dengan berbagai persiapan itu, Eko mengharapkan personel TNI AL bisa tampil maksimal dalam ajang RIMPAC mendatang.
Untuk diketahui, Satgas Latma Multilateral RIMPAC 2026 akan bertolak menuju Hawaii pada Selasa (23/6) untuk bergabung dengan angkatan laut dari berbagai negara. Di sana mereka akan mengikuti ragam agenda simulasi tempur yang ada dalam kegiatan latihan bersama.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Personel TNI AL asah kemampuan tempur sebelum ikut ajang RIMPAC 2026
Pewarta: Walda MarisonEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.