Gorontalo (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Gorontalo bersama Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) meresmikan Pojok Pengawasan.

Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo Idris Usuli di Gorontalo, Kamis mengatakan peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan implementasi kegiatan kerja sama antara pihaknya dengan FIS UNG.

"Alhamdulillah kami sudah meluncurkan Pojok Pengawasan di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial UNG," kata Idris.

Ia mengatakan keberadaan Pojok Pengawasan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu dan perguruan tinggi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pengawasan demokrasi.

Idris menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Fakultas Ilmu Sosial UNG atas dukungan dan komitmennya dalam membangun kerja sama dengan Bawaslu.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pendidikan dan pengawasan demokrasi kepada masyarakat melalui lingkungan akademik.

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Dekan Fakultas Ilmu Sosial atas kerja sama yang terjalin dengan Bawaslu Provinsi Gorontalo. Hari ini juga kita melakukan kerja sama dengan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo. Terima kasih atas dukungannya terhadap hadirnya Pojok Pengawasan di kampus ini," katanya.

Pojok Pengawasan dibentuk sebagai sarana edukasi dan pusat informasi pengawasan pemilu yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa maupun masyarakat.

Pihaknya berharap keberadaan fasilitas tersebut mampu menjadikan kampus sebagai mitra strategis Bawaslu, dalam menyebarluaskan informasi dan membangun kesadaran masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengawasan pemilu dan demokrasi.

“Pojok Pengawasan bertujuan agar kampus dapat menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait pengawasan. Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama melakukan pengawasan dan menyampaikan informasi kepada Bawaslu apabila menemukan dugaan pelanggaran,” kata Idris.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNG Zuchri Abdussamad menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kerja sama tersebut.

Ia berharap kolaborasi yang telah dibangun tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan dapat diwujudkan melalui berbagai program akademik yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa maupun masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan hari ini. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada seremonial, tetapi dapat memberikan pembelajaran kepada mahasiswa, termasuk menghadirkan Bawaslu sebagai narasumber dalam kegiatan penerimaan mahasiswa baru maupun kegiatan akademik lainnya,” kata Zuchri.

FIS UNG, kata dia, juga membuka peluang kolaborasi lebih luas antara Fakultas Ilmu Sosial dan Bawaslu dalam bidang penelitian, pengabdian masyarakat, hingga penyelesaian berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengawasan demokrasi.

“Ketika ada penelitian, kami siap dilibatkan sebagai tenaga dosen yang berhubungan dengan pengawasan. Kami juga berharap dapat saling berbagi pengalaman dan bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan. Terima kasih kepada teman-teman Bawaslu Provinsi maupun Kabupaten/Kota atas kerja sama yang telah terjalin,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bawaslu Kabupaten/Kota juga melakukan penandatanganan implementasi kerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial sebagai tindak lanjut sinergi pengawasan partisipatif di daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Fakultas Ilmu Sosial UNG itu juga dihadiri anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo Moh Fadjri Arsyad, para ketua Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo, serta dosen dan civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial UNG.

Bawaslu Provinsi Gorontalo meluncurkan Pojok Pengawasan di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo, pada Kamis (25/6/2026). ANTARA/HO-UNG 


Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026