Gorontalo (ANTARA) - Penguatan peran ayah dalam pengasuhan anak menjadi fokus peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", sebagai upaya membangun keluarga yang tangguh dan berkualitas.

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim mengatakan ketangguhan keluarga tidak akan terwujud apabila tanggung jawab pengasuhan hanya dibebankan kepada ibu. Menurut dia, kehadiran ayah, baik secara fisik maupun emosional, berperan penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak.

"Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam fenomena di mana ayah hadir secara fisik, namun absen secara psikologis. Kekosongan inilah yang sering kali digantikan oleh musuh di dalam rumah, yaitu gawai," kata Sofian saat membacakan sambutan pada upacara peringatan Harganas ke-33 di halaman Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, Senin.

Ia menilai minimnya keterlibatan orang tua dalam pengasuhan dapat memicu berbagai persoalan sosial, mulai dari tawuran antarpelajar, perundungan, pergaulan bebas hingga penyalahgunaan narkoba.

Karena itu, ia mengajak para orang tua, khususnya ayah, untuk aktif mendampingi tumbuh kembang anak, terlibat dalam pendidikan mereka, serta menjadi teladan di lingkungan keluarga.

"Benteng terbaik dari berbagai masalah sosial anak adalah ketahanan keluarga. Jadikan rumah sebagai tempat yang paling aman dan dirindukan, sehingga ke mana pun anak kita melangkah, kehangatan keluarga akan selalu menarik mereka pulang," ujarnya.

Peringatan Harganas ke-33 di Gorontalo juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo dan sejumlah mitra kerja dalam mendukung program pembangunan keluarga.

Pada kesempatan tersebut turut diserahkan bantuan paket sembako melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting kepada 10 keluarga penerima manfaat sebagai bentuk dukungan terhadap upaya percepatan penurunan stunting di daerah.



Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026