Istanbul (ANTARA) - Kebakaran hutan yang melanda Departemen Pyrenees-Orientales di selatan Prancis telah menghanguskan sedikitnya 4.600 hektare lahan dan memaksa sekitar 10.000 warga mengungsi, menurut laporan penyiar BFMTV pada Senin.
Mengutip otoritas setempat, BFMTV melaporkan api yang berkobar di Komune Trevillach hingga kini belum berhasil dikendalikan dan terus menghanguskan kawasan hutan.
Sedikitnya lima orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat kebakaran tersebut. Selain itu, ribuan warga dievakuasi sepanjang malam sebagai langkah antisipasi terhadap meluasnya kobaran api.
Pemadaman listrik juga terjadi di sejumlah kota di sekitar lokasi kebakaran. Namun, teknisi dari operator jaringan listrik Enedis belum dapat melakukan perbaikan karena kondisi di lapangan masih berbahaya.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan akan mengunjungi Pyrenees-Orientales pada Senin sore. Menurut dia, risiko penyebaran api masih tinggi akibat kondisi cuaca.
"Hari ini upaya pemadaman kembali dilanjutkan. Pagi ini kondisi cuaca kembali memburuk," kata Nunez.
Ia menambahkan Prancis tengah menghadapi musim kebakaran hutan yang berat. Sejak awal musim ini, lebih dari 11.000 hektare lahan telah terbakar, meningkat dua kali lipat dibandingkan sekitar 5.500 hektare pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, Departemen Herault mencatat lebih dari 30 titik kebakaran hutan pada Minggu, dengan beberapa di antaranya dilaporkan masih terus berkobar.
Pemerintah Prancis menetapkan tujuh departemen dalam status siaga merah karena menghadapi risiko kebakaran hutan yang sangat tinggi pada Senin. Sebanyak 41 departemen lainnya berada dalam status siaga oranye akibat tingginya potensi kebakaran.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kebakaran hutan di Prancis hanguskan 4.600 hektare, 10.000 mengungsi
Pewarta: Yoanita Hastryka DjohanEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.