Gorontalo (ANTARA) - Provinsi Gorontalo berhasil meraih prestasi sebagai urutan pertama nasional, dalam capaian realisasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) tertinggi, berdasarkan hasil evaluasi program semester satu (I) Tahun 2026 periode 1 Januari sampai 28 Juni 2026.

"Kita kembali berhasil menorehkan prestasi membanggakan di bidang kesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa di Gorontalo, Senin.

Ia mengatakan Gorontalo berhasil meraih peringkat pertama secara nasional dalam persentase cakupan pelayanan, berdasarkan sasaran dengan capaian 36,3 persen.

Hasil evaluasi Kementerian Kesehatan menunjukkan Gorontalo menjadi provinsi dengan capaian layanan CKG tertinggi di Indonesia, melampaui Sulawesi Tenggara (35,3 persen) dan Jawa Tengah (32,8 persen).

Capaian ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan kesehatan promotif dan preventif, melalui deteksi dini berbagai faktor risiko penyakit.

Anang mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga tenaga kesehatan di lapangan.

“Peringkat pertama ini adalah hasil kerja bersama. Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Bapak Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Ibu Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, pemerintah kabupaten/kota, Dinas Kesehatan, seluruh Puskesmas, serta para tenaga kesehatan yang terus bekerja memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Anang.

Keberhasilan program Cek Kesehatan Gratis tidak hanya diukur dari tingginya cakupan masyarakat yang telah menjalani pemeriksaan.

Sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Kesehatan RI, fokus pelaksanaan program juga memastikan setiap hasil pemeriksaan ditindaklanjuti secara cepat dan tepat, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Keberhasilan Cek Kesehatan Gratis di Gorontalo, bukan hanya soal banyaknya masyarakat yang diperiksa, tetapi juga memastikan setiap hasil pemeriksaan ditindaklanjuti melalui edukasi, pengobatan, pemantauan, atau rujukan sesuai kebutuhan.

"Dengan begitu, masyarakat yang memiliki faktor risiko dapat segera ditangani sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius,” kata Anang.

Seluruh Puskesmas di Gorontalo terus didorong untuk memberikan pelayanan yang berkesinambungan.

Masyarakat dengan hasil pemeriksaan normal diberikan edukasi agar tetap menerapkan perilaku hidup sehat, sedangkan peserta yang memiliki faktor risiko maupun penyakit akan mendapatkan pendampingan, tata laksana sesuai standar, sampai rujukan apabila memerlukan pelayanan lanjutan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan transformasi layanan kesehatan primer yang dikembangkan Kementerian Kesehatan RI, yaitu memperkuat upaya promotif, preventif, deteksi dini, serta kesinambungan pelayanan melalui tindak lanjut hasil pemeriksaan.

Dengan demikian, program CKG tidak berhenti pada proses skrining, tetapi menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo berkomitmen mempertahankan capaian tersebut pada Semester II Tahun 2026, melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

Termasuk optimalisasi pelayanan di seluruh Puskesmas, serta peningkatan kualitas tindak lanjut hasil pemeriksaan.

Hal itu dilakukan, agar setiap masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan memperoleh penanganan yang cepat, tepat dan komprehensif.

Prestasi sebagai peringkat pertama nasional pada evaluasi CKG Semester I Tahun 2026, diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. 

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat, mampu menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya menjangkau lebih banyak warga, tetapi juga memastikan setiap hasil pemeriksaan ditindaklanjuti demi terwujudnya masyarakat Gorontalo yang lebih sehat.
 



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026