Moskow (ANTARA) - Pemerintah Jerman akan mengalokasikan anggaran sebesar 124,7 miliar euro (sekitar Rp2,5 kuadriliun) untuk bidang pertahanan di tahun fiskal 2026, menurut data Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang dikutip surat kabar Die Zeit, Selasa (7/7).

Angka tersebut menunjukkan porsi belanja untuk pertahanan Jerman akan mencapai 2,69 persen dari PDB negara tersebut.

Sebelumnya, Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan Jerman akan meningkatkan target belanja pertahanannya menjadi 3,5 persen dari PDB pada 2029.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte sebelumnya mengungkapkan kapasitas industri yang tidak memadai dapat menghambat negara-negara Eropa anggota NATO dan Kanada untuk merealisasikan anggaran belanja pertahanan mereka sepenuhnya.

Senin (6/7), dalam konferensi pers sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, Rutte menyatakan para penyedia produk dan jasa pertahanan yang dikontrak anggota aliansi tersebut belum mampu memacu kapasitas produksi mereka.

Kanada dan negara-negara Eropa sejauh ini telah mengalokasikan dana tambahan sebesar 250 miliar dolar AS (sekitar Rp4,4 kuadriliun) untuk kebutuhan pertahanan NATO.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jerman alokasikan Rp2,5 kuadriliun untuk pertahanan di 2026

Pewarta: Katriana
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026