Gorontalo (ANTARA) - Sejumlah staf Program Sinergi Australia-Indonesia untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA) di Gorontalo mengikuti pembelajaran bahasa isyarat yang dipandu oleh peserta magang penyandang disabilitas tuli, Arif, pada Rabu, sebagai upaya membangun komunikasi yang lebih inklusif di lingkungan kerja.
Arif mengatakan para staf mengikuti pembelajaran dengan antusias. Mereka aktif bertanya, mempraktikkan bahasa isyarat secara langsung, serta menunjukkan kepedulian untuk memahami cara berkomunikasi dengan teman tuli.
"Antusias mereka saat mengikuti pembelajaran bahasa isyarat di kantor SKALA sangat baik dan positif. Mereka terlihat aktif, semangat belajar, banyak bertanya, dan mencoba mempraktikkan bahasa isyarat secara langsung. Hal itu menunjukkan adanya rasa ingin tahu serta kepedulian untuk memahami komunikasi yang inklusif dengan teman tuli," katanya.
Arif mengatakan pembelajaran bahasa isyarat menjadi langkah sederhana untuk meningkatkan pemahaman mengenai budaya tuli sekaligus mendorong terwujudnya akses komunikasi yang setara di lingkungan kerja.
Ia mengaku senang melihat tingginya minat para staf untuk mempelajari bahasa isyarat.
"Saya merasa bahagia karena ada banyak orang yang memiliki keinginan untuk belajar bahasa isyarat dan memahami budaya tuli. Bagi saya, mengajar bukan hanya berbagi ilmu, tetapi juga menjadi langkah untuk membangun kesadaran tentang pentingnya akses komunikasi yang setara bagi penyandang disabilitas tuli," ujarnya.
Sementara itu, salah satu staf SKALA Gorontalo, Tias, mengatakan pembelajaran bahasa isyarat tersebut merupakan inisiatif para staf untuk memanfaatkan waktu luang di sela-sela aktivitas kerja sekaligus membangun lingkungan kerja yang lebih inklusif.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi Arif untuk berbagi pengetahuan mengenai bahasa isyarat sehingga komunikasi antarrekan kerja dapat berlangsung lebih efektif.
"Kami ingin bisa berkomunikasi dengan lebih baik bersama teman-teman tuli. Sebagai program yang bergerak di bidang layanan dasar, kami perlu memahami berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk memastikan penyandang disabilitas mendapatkan akses komunikasi yang setara. Kemampuan berbahasa isyarat menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan layanan yang lebih inklusif," kata Tias.
Melalui inisiatif tersebut, para staf SKALA berharap kemampuan dasar berbahasa isyarat dapat memperkuat komunikasi di lingkungan kerja sekaligus mendukung terwujudnya layanan dasar yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.
Pewarta: Faradila AlimEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.