Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Gorontalo dan PT PLN (Persero) menargetkan masyarakat Pulau Dudepo di Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, mulai dapat menikmati aliran listrik pada Agustus 2026 setelah pembangunan jaringan kabel listrik bawah laut rampung di sana.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie di Gorontalo, Rabu, mengatakan pekerjaan pemasangan kabel bawah laut ditargetkan selesai pada akhir Juli sehingga listrik dapat mulai mengalir pada Agustus.
"Insya Allah, saat peringatan 17 Agustus nanti Pulau Dudepo benar-benar sudah terang. Inilah harapan yang selama ini dinantikan masyarakat," ujar Idah.
Ia mengatakan kehadiran listrik menjadi harapan yang telah lama ditunggu masyarakat Pulau Dudepo. Selama ini warga belum menikmati layanan kelistrikan seperti daerah lain sehingga pembangunan jaringan bawah laut menjadi langkah penting untuk memperluas akses energi di pulau tersebut.
Idah mengatakan masyarakat turut mendoakan agar proses pemasangan kabel bawah laut berjalan lancar, termasuk bagi para pekerja dan penyelam yang terlibat dalam proyek tersebut.
"Ada doa-doa tulus dari masyarakat Dudepo untuk para pekerja, khususnya para penyelam yang sedang berjuang memasang kabel listrik bawah laut. Insya Allah seluruh proses ini berjalan lancar," katanya.
Selain pembangunan jaringan listrik bawah laut, pemerintah bersama PLN akan melanjutkan program pemasangan listrik gratis bagi warga yang memenuhi persyaratan sehingga seluruh masyarakat Pulau Dudepo dapat menikmati manfaat layanan kelistrikan.
Menurut Idah, pembangunan jaringan listrik bawah laut tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah, PLN, dan berbagai pihak dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat kepulauan.
Pemasangan kabel listrik bawah laut menuju Pulau Dudepo merupakan salah satu proyek infrastruktur kelistrikan strategis. Setelah pembangunan jaringan serupa dilakukan di Bali dan Madura, Pulau Dudepo menjadi lokasi berikutnya yang memperoleh pembangunan kabel listrik bawah laut dengan nilai investasi sekitar Rp95 miliar.
Pewarta: Faradila AlimEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.