Gorontalo (ANTARA) - Sebanyak 970 orang calon mahasiswa, berebut kursi di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui seleksi mandiri Computer-Based Test (CBT) reguler Tahun 2026.

Rektor UNG Profesor Eduart Wolok meninjau langsung pelaksanaan CBT tersebut.

"Seleksi ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan akademik bagi para calon mahasiswa," kata Eduart di Gorontalo, Kamis.

Ia mengatakan seleksi tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi para calon mahasiswa untuk bergabung sebagai mahasiswa baru UNG, tahun akademik 2026/2027. 

Semua peserta bersaing memperebutkan kuota terbatas yang tersedia melalui jalur seleksi mandiri reguler CBT.

"Saya mengapresiasi semua peserta, sebab menunjukkan performa terbaik dalam mengikuti ujian dengan tertib dan lancar," katanya.

Eduart selaku pimpinan universitas, memberikan semangat kepada para peserta agar menghadapi ujian dengan tenang dan penuh percaya diri. 

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kesiapan mental dalam menghadapi setiap tantangan.

“Semua peserta sudah sampai pada tahap ini karena telah berusaha. Santai saja, jangan panik dan jangan ragu terhadap kemampuan diri sendiri. Percaya pada hasil belajar yang telah dipersiapkan dan jangan lupa untuk selalu berdoa agar lulus sebagai mahasiswa UNG," katanya memotivasi para peserta.

Menurutnya, hasil ujian CBT menjadi penentu dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri tersebut.

Oleh karena itu, setiap peserta diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Rektor juga mengingatkan bahwa persaingan pada jalur Seleksi Mandiri CBT berlangsung sangat kompetitif.

Dengan jumlah peserta yang cukup besar dan kuota penerimaan yang terbatas, setiap nilai yang diperoleh akan sangat menentukan peluang peserta untuk menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Negeri Gorontalo.

"Persaingan memang ketat, tetapi setiap peserta memiliki kesempatan yang sama. Yang terpenting adalah tetap fokus, optimistis dan berjuang hingga akhir,” katanya.

Kehadiran rektor di tengah pelaksanaan ujian mendapat respon positif dari para peserta. 

Dukungan dan motivasi yang diberikan dinilai mampu mencairkan ketegangan, sekaligus menambah kepercayaan diri sebelum mengerjakan soal ujian.

Perhatian yang diberikan pimpinan universitas kepada para peserta menjadi wujud bahwa UNG tidak hanya mengedepankan kualitas seleksi, tetapi juga membangun budaya akademik yang humanis dan mendukung setiap calon mahasiswa untuk meraih masa depan terbaiknya.
 



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026