Markas PBB, New York (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Amerika Serikat dan Iran segera kembali ke meja perundingan di tengah memanasnya konflik kedua negara dan lembaga dunia itu menilai diplomasi menjadi langkah mendesak untuk menjaga stabilitas kawasan maupun dunia.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengatakan aksi saling balas antara kedua pihak harus segera dihentikan.
"Situasi saling balas ini harus dihentikan. Kembalinya jalur diplomasi sangat mendesak demi stabilitas kawasan dan stabilitas global," kata Dujarric kepada wartawan saat dimintai tanggapan mengenai reaksi Sekretaris Jenderal PBB António Guterres terhadap perkembangan terbaru di Timur Tengah, yang dikutip di Jakarta, Jumat.
"Kita terus membicarakan dampak konflik ini terhadap perekonomian dunia. Semua pihak yang terlibat perlu memahami bahwa cara terbaik untuk mengakhiri konflik ini adalah kembali ke meja perundingan," kata Dujarric menambahkan.
Pada Rabu dini hari, pasukan Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan besar terhadap Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Di pihak lain, militer Iran melaporkan telah melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait. Pemerintah Iran juga menuduh Washington melanggar nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan.
Pada Rabu (8/7) pagi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran tidak lagi berlaku.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PBB desak AS dan Iran segera kembali ke meja perundingan
Pewarta: PrimayantiEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.