Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Anang S Otoluwa mengatakan daerah itu terus memperkuat layanan gastroenterohepatologi (GEH).
Anang di Gorontalo, Minggu menegaskan komitmen pemerintah tersebut dengan memperkuat kerjasama bersama Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterohepatologi Indonesia (PB PGI).
Ia mengatakan komitmen tersebut dituangkan dalam Executive Brief yang disampaikan pada kegiatan PGI Outreach 3 di Gorontalo, sebagai langkah awal mempercepat pengembangan layanan penyakit saluran cerna, hati dan pankreas di daerah.
Penguatan layanan gastroenterohepatologi, kata dia, merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Hal itu sejalan dengan visi dan misi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, untuk menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas, merata dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.
Berdasarkan Executive Brief tersebut, Provinsi Gorontalo dengan jumlah penduduk sekitar 1,2 juta jiwa memiliki 21 rumah sakit dan 95 puskesmas, namun sampai saat ini belum memiliki dokter spesialis gastroenterohepatologi.
Layanan endoskopi baru tersedia di RSUD Dunda Limboto sehingga pasien dengan kasus saluran cerna dan hati yang kompleks, masih harus dirujuk ke Manado maupun Makassar.
“Kami ingin masyarakat Gorontalo memperoleh layanan gastroenterohepatologi yang berkualitas di daerah sendiri, tanpa harus dirujuk ke luar provinsi. Oleh karena itu, kolaborasi dengan PB PGI menjadi langkah strategis untuk mempercepat penguatan layanan ini, sekaligus mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Gorontalo,” kata Anang.
Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap memperoleh pendampingan pengembangan layanan GEH, program visiting consultant, pelatihan endoskopi bagi dokter dan tenaga kesehatan.
Termasuk penyusunan roadmap layanan GEH, pengembangan SDM menuju tersedianya dokter spesialis GEH, serta kerja sama dalam pendidikan, penelitian dan kegiatan ilmiah.
"Penguatan layanan GEH bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga investasi jangka panjang untuk membangun SDM kesehatan yang kompeten, memperkuat sistem rujukan dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan spesialistik yang cepat, berkualitas, serta berkelanjutan,” kata Anang.
Melalui PGI Outreach 3, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo berharap terjalin kemitraan berkelanjutan antara PB PGI dan Pemerintah Provinsi Gorontalo, sehingga layanan gastroenterohepatologi dapat berkembang secara bertahap dan memberikan akses pelayanan kesehatan yang lebih cepat, berkualitas dan merata bagi masyarakat Gorontalo.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.