Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo meluncurkan Desa Siaga Aktif TBC dan Satgas Kawasan Tanpa Rokok, di Kecamatan Sumalata, atau wilayah barat kabupaten tersebut.

"Program ini untuk memperkuat upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan peran desa. Hal tersebut ditandai dengan peluncuran Desa Siaga Aktif Tuberkulosis (TBC) sekaligus pengukuhan Satuan Tugas Kawasan Tanpa Rokok (Satgas KTR)," kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Pemkab Gorontalo Utara Irwan Abudi Usman mewakili Bupati Thariq Modanggu di Gorontalo, Rabu.

Peluncuran program digelar di aula Sabuto, Kecamatan Sumalata, yang juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara dr Sri Fenty N Sagaf beserta jajaran, Camat Sumalata, pihak Polsek, unsur pemerintah kecamatan, para kepala desa, tenaga kesehatan, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Irwan mengatakan pembentukan Desa Siaga Aktif TBC merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional eliminasi Tuberkulosis.

Melalui program ini, pemerintah desa didorong menjadi garda terdepan dalam menemukan kasus TBC secara aktif, memastikan penderita mendapatkan pengobatan sampai sembuh, serta mencegah munculnya penularan baru secara berkelanjutan.

"Keberhasilan penanggulangan TBC tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, pemerintah desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat dan keluarga, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat dan berkesinambungan," kata Irwan.

Ia pun secara resmi meluncurkan dan mengukuhkan Satuan Tugas Kawasan Tanpa Rokok (Satgas KTR), sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari paparan asap rokok.

Menurutnya pembentukan Satgas KTR bertujuan melindungi hak masyarakat untuk memperoleh udara yang bersih dan sehat, serta menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penerapan Kawasan Tanpa Rokok di fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, tempat ibadah, perkantoran dan ruang publik lainnya.

"Penerapan Kawasan Tanpa Rokok bukan semata-mata membatasi kebiasaan merokok, tetapi merupakan upaya melindungi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil dan kelompok rentan dari bahaya paparan asap rokok sehingga tercipta lingkungan yang sehat, nyaman, aman dan produktif," katanya.

Desa Siaga Aktif TBC dan Satgas Kawasan Tanpa Rokok diharapkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat.

Melalui kerja bersama antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, aparat keamanan dan masyarakat, diharapkan upaya pengendalian TBC serta penerapan Kawasan Tanpa Rokok dapat berjalan optimal demi mewujudkan masyarakat Gorontalo Utara yang lebih sehat dan berkualitas.



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026