Medan, Sumatera Utara (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berharap setiap penyelesaian konflik agraria yang melibatkan petani kecil mengedepankan keadilan serta menghadirkan solusi nyata untuk melindungi hak dan kesejahteraan masyarakat.
"Tolong diberi solusi kalau petani kecil, mereka terkadang mencari keadilan. Jadi tolong kita bantu," kata Mentan sebagaimana pernyataan di Medan, Sumatera Utara, Kamis.
Harapan tersebut disampaikan Amran saat menjawab pertanyaan mahasiswa mengenai konflik agraria yang terjadi di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara dalam sebuah forum Kuliah Umum Kementerian Pertanian di Universitas Sumatera Utara, Rabu (15/7).
Dalam kuliah umum dengan tema "Inovasi dan Kolaborasi Generasi Muda Menuju Swasembada Pangan", seorang mahasiswa menyoroti peristiwa konflik antara petani sawit dengan salah satu perusahaan yang mengakibatkan korban jiwa pada pertengahan Juni 2026.
Atas insiden itu, mahasiswa tersebut lalu mempertanyakan langkah antisipasi pemerintah terutama Kementerian Pertanian dalam rangka melindungi petani agar tidak menjadi korban dalam konflik serupa.
"Pada pertengahan Juni 2026 di Labuhanbatu ada petani sawit yang meninggal dunia karena konflik dengan salah satu PT yang ada di sana. Nah, saya mau nanya apakah ada langkah preventif atau sesuatu yang memang bisa dibuat oleh Kementerian Pertanian untuk mengantisipasi atau memberantas konflik-konflik ini,?," tanya mahasiswa.
"Agar tidak ada lagi Pak para petani-petani kecil yang ditindas ataupun mendapatkan kekerasan-kekerasan dari pihak-pihak yang memiliki kuasa," tambah mahasiswa itu.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Amran langsung menoleh ke arah jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara yang hadir dalam kegiatan itu, lalu meminta agar kasus konflik agraria di Labuhanbatu yang menelan korban jiwa segera ditangani secara serius.
"Pak Kapolda, tolong ditangani dengan baik," ujar Amran, yang langsung dijawab singkat oleh pihak Polda yang hadir, "Siap."
Menurut Amran proses penegakan hukum harus berjalan secara adil dan profesional, namun tetap memperhatikan kepentingan masyarakat kecil yang sedang mencari keadilan atas persoalan dihadapi.
Amran berharap aparat juga menghadirkan solusi bagi petani kecil agar penyelesaian konflik tidak hanya berorientasi pada aspek hukum, tetapi mampu memberikan rasa keadilan kepada masyarakat.
Menurutnya, pemerintah memiliki komitmen kuat untuk melindungi petani dari berbagai persoalan yang berpotensi menghambat kesejahteraan maupun keberlanjutan usaha pertanian di daerah.
"Tapi maaf, maaf Pak Kapolda, kita tetap menegakkan hukum sesuai regulasi yang ada. Tapi tolong diberi solusi kalau petani kecil, mereka terkadang mencari keadilan. Jadi tolong kita bantu," ucap Amran.
Amran mengatakan keberpihakan kepada petani juga diwujudkan melalui berbagai kebijakan pemerintah, termasuk upaya memperbaiki harga komoditas perkebunan agar memberikan keuntungan yang lebih layak.
Ia mencontohkan pemerintah terus berupaya meningkatkan harga tandan buah segar (TBA) sawit sehingga pendapatan petani dapat meningkat dan kesejahteraan mereka semakin terjaga secara berkelanjutan.
Menurut Amran, pemerintah bersama aparat penegak hukum juga terus memperkuat pemberantasan praktik mafia yang merugikan petani serta menghambat terciptanya tata niaga yang sehat.
Ia menilai sinergi antara pemerintah dan kepolisian menjadi faktor penting dalam menciptakan perlindungan hukum sekaligus memberikan kepastian bagi petani untuk menjalankan usahanya dengan aman.
"Makanya kemarin harga CPO (minyak sawit mentah (crude palm oil), harga TBS kami naikkan dan kami bertarung. Kenapa? Kami tidak ingin membiarkan rakyat Indonesia khususnya petani ada 160 juta tertindas. Jadi kami terdepan berantas mafia bersama kepolisian, ini menjadi perhatian," ucapnya.
Amran juga mengajak generasi muda terus menyampaikan aspirasi dan mengawasi berbagai persoalan di sektor pertanian agar pemerintah dapat merespons setiap tantangan secara terbuka dan cepat.
"Tidak ada waktu lagi sekarang, bukan zaman untuk menyembunyikan sesuatu. Anda pasti bisa lihat saya di mbah Google seperti apa ini Menteri Pertanian. Dan Presiden kita (Prabowo Subianto) luar biasa," kata Amran.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mentan harap ada solusi untuk petani kecil saat hadapi konflik agraria
Pewarta: Muhammad HariantoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.