Gorontalo (ANTARA) - Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Gorontalo menargetkan luas tanam padi mencapai 6.576 hektare pada periode Juli hingga September 2026 melalui penerapan metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS).
Target tersebut menjadi bagian dari Gerakan Tanam Serempak (GERTAM) yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mempercepat realisasi luas tanam sekaligus meningkatkan produksi padi sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi pertanian daerah.
Kepala BRMP Provinsi Gorontalo Ardi Praptono di Gorontalo, Jumat, mengatakan Kabupaten Gorontalo menjadi daerah dengan target tanam terbesar karena memiliki kawasan sawah beririgasi yang luas dan menjadi salah satu sentra produksi padi di provinsi tersebut.
"Ada 2.805 hektare yang nanti harus dicapai di Kabupaten Gorontalo. Kita tahu persis bahwa Kabupaten Gorontalo ini memiliki luasan sawah yang irigasi cukup luas," kata Ardi.
Ia menjelaskan setiap penyuluh pertanian ditargetkan mendampingi sedikitnya 50 hektare lahan agar target tanam dapat tercapai sesuai jadwal. Pendampingan tersebut dilakukan sejak awal tanam hingga panen untuk memastikan teknologi PM-AAS diterapkan secara optimal.
Menurut Ardi, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pencapaian luas tanam, tetapi juga peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih unggul, pengaturan jarak tanam, pemupukan berimbang, pengendalian organisme pengganggu tanaman, dan mekanisasi pertanian.
Pencanangan program diawali dengan pembangunan demplot seluas sekitar 10 hektare yang dibiayai BRMP Gorontalo. Demplot tersebut menjadi lokasi pembelajaran bagi petani untuk mengamati secara langsung penerapan metode PM-AAS sejak masa tanam hingga panen.
PM-AAS merupakan sistem budidaya padi intensif berbasis teknologi tinggi yang dikembangkan pemerintah pada lahan seluas satu juta hektare di Indonesia. Teknologi tersebut pertama kali diperkenalkan kepada petani melalui Gelar Teknologi Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan di Gorontalo.
Sementara itu, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meminta seluruh penyuluh pertanian lebih banyak melakukan pendampingan di lapangan dibanding kegiatan administratif agar penerapan PM-AAS mampu meningkatkan produktivitas padi dan mendukung pencapaian target produksi daerah.
Pewarta: Faradila AlimEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.