Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Gorontalo mempercepat program cetak sawah baru sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menghadapi dampak perubahan iklim yang mempengaruhi sektor pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljady Daeng Mario di Gorontalo, Jumat, mengatakan perubahan pola musim membuat pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek saat kemarau, tetapi juga menyiapkan strategi jangka panjang melalui pengembangan lahan pertanian.
Ia mengatakan program cetak sawah baru menjadi bagian dari upaya meningkatkan luas areal tanam padi yang memiliki sistem irigasi lebih baik sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada curah hujan.
Menurut dia, perubahan iklim menyebabkan waktu datangnya musim kemarau semakin sulit diprediksi sehingga petani kerap mengalami kerugian akibat pergeseran musim tanam.
"Pemerintah terus membangun infrastruktur pendukung seperti embung, irigasi perpipaan, irigasi perpompaan, optimalisasi lahan, termasuk pengembangan sawah baru agar sektor pertanian lebih adaptif terhadap perubahan iklim," katanya.
Muljady menjelaskan pembangunan sawah baru dilakukan secara bertahap karena menyesuaikan kemampuan anggaran pemerintah. Selain itu, pemerintah tetap memprioritaskan perbaikan jaringan irigasi di lahan pertanian yang telah ada.
Ia mengatakan pada musim kemarau saat ini tanaman padi di Gorontalo relatif aman karena sebagian besar telah memasuki fase menjelang panen. Sebaliknya, tanaman jagung menjadi komoditas yang paling rentan terdampak kekeringan karena sebagian besar masih mengandalkan air hujan.
Pemerintah, lanjut dia, juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memobilisasi pompa air ke wilayah yang masih memiliki sumber air guna mengurangi risiko gagal panen.
"Kami berharap berbagai langkah ini dapat menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi," katanya.
Pewarta: Faradila AlimEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.