Gorontalo (ANTARA) - Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memperkuat kualitas pendidikan profesi keperawatan melalui pelaksanaan penerimaan kepaniteraan umum (panum) bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Angkatan XXV.
Dekan FOK UNG Hartono Hadjarati didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik FOK UNG Nasrun Pakaya di Gorontalo, Selasa, mengatakan 74 mahasiswa mengikuti tahapan pendidikan profesi.
"Kegiatan ini menjadi gerbang awal sebelum mahasiswa memasuki praktik profesi tersebut," katanya.
Ia mengatakan panum menjadi kesempatan penting membentuk kesiapan akademik, etika dan profesionalisme mahasiswa sebelum terjun ke berbagai wahana praktik klinik, yang akan diikuti hingga 15 Agustus 2026.
Setelah menyelesaikan tahapan tersebut, mahasiswa akan mengikuti Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) selama satu minggu, sebagai bekal kompetensi dasar kegawatdaruratan sebelum menjalani praktik profesi di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia mengatakan kepaniteraan umum bukan sekadar kegiatan orientasi, tetapi proses pembentukan karakter profesional bagi calon perawat.
Kepaniteraan umum langkah awal bagi mahasiswa profesi Ners untuk memahami tata laksana pendidikan profesi, etika pelayanan, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai calon tenaga kesehatan.
“Mahasiswa harus memiliki kesiapan akademik, mental dan keterampilan agar mampu memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas," katanya.
Dia menjelaskan profesi perawat menuntut kompetensi yang utuh, tidak hanya dalam penguasaan ilmu dan keterampilan klinis, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, empati, integritas, serta tanggung jawab terhadap pasien.
"Melalui panum dan BTCLS, kami berharap mahasiswa semakin siap menghadapi pendidikan profesi, serta mampu menunjukkan kualitas terbaik ketika berada di lahan praktik" katanya.
Pihaknya berkomitmen menghasilkan lulusan Ners yang kompeten, humanis, berintegritas dan siap menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Koordinator Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Ns Ibrahim Suleman mengatakan panum dirancang sebagai proses transisi mahasiswa dari tahap akademik menuju tahap profesi.
Seluruh mahasiswa memperoleh pembekalan mengenai aturan akademik, tata tertib pendidikan profesi, mekanisme pembimbingan, capaian kompetensi, sampai berbagai aspek teknis yang akan dihadapi selama praktik klinik.
Panum menjadi fondasi penting sebelum mahasiswa memasuki setiap stase profesi.
"Kami ingin memastikan seluruh mahasiswa memahami sistem pendidikan profesi, memiliki kesiapan akademik dan mental, serta mampu menjalankan praktik keperawatan secara profesional sesuai standar kompetensi," kata dia.
Melalui penyelenggaraan panum, UNG berkomitmen menghasilkan tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter pelayanan humanis dan profesional.
Dengan pembekalan yang komprehensif sejak awal pendidikan profesi, lulusan Ners UNG diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta menjawab tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.