Gorontalo (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo mendorong pendidikan demokrasi berbasis kepramukaan, sebagai upaya terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda.
"Kami menggandeng Dinas Pendidikan melalui kegiatan konsolidasi demokrasi," kata Ketua Bawaslu Gorontalo Utara Ronald Ismail di Gorontalo, Rabu.
Ia berkunjung ke Kantor Dinas Pendidikan setempat, bersama anggota Bawaslu Ismail Buna dan jajaran sekretariat.
Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah persiapan penguatan peran Saka Adhyasta Pemilu, sebagai wadah strategis dalam mendukung kegiatan kepramukaan, sekaligus menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini kepada generasi muda.
Ronald mengatakan Saka Adhyasta Pemilu memiliki peran penting dalam membangun kesadaran demokrasi di kalangan pelajar.
Menurutnya melalui wadah ini, anggota Pramuka dapat dibekali pemahaman tentang kepemiluan, pengawasan partisipatif, serta nilai kejujuran dan integritas dalam demokrasi.
“Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi kepemiluan. Kami berharap generasi muda dapat tumbuh dengan kesadaran tinggi dalam menjaga demokrasi yang jujur, adil dan berintegritas,” katanya.
Kerja bersama antara Bawaslu dan Dinas Pendidikan diharapkan mampu menghadirkan program-program edukatif yang terintegrasi dengan kegiatan kepramukaan.
Dengan demikian, kata Ronald, pendidikan demokrasi tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diterapkan secara praktis dalam aktivitas generasi muda.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Gorontalo Utara dalam mendorong pengawasan partisipatif yang berkelanjutan, sekaligus memastikan nilai-nilai demokrasi terus tertanam kuat di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pelajar sebagai pemilih masa depan.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.