Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menjadikan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu strategi menekan angka kemiskinan melalui penyaluran bantuan usaha yang disertai evaluasi perkembangan penerima.

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie di Gorontalo, Kamis, mengatakan sebagian besar pelaku UMKM di daerah itu merupakan perempuan yang memiliki peran penting dalam menopang perekonomian keluarga, sehingga pemerintah terus mendorong penguatan kapasitas dan produktivitas mereka.

"Program bantuan UMKM ini juga merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan secara berkelanjutan. Karena itu, para penerima diharapkan memanfaatkan bantuan sesuai kebutuhan usahanya agar mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan," katanya.

Ia menjelaskan bantuan diberikan kepada pelaku UMKM yang telah menjalankan usaha sedikitnya selama dua tahun. Kriteria tersebut diterapkan agar bantuan pemerintah benar-benar diterima pelaku usaha yang aktif menjalankan usahanya dan memiliki peluang berkembang.

Menurut Idah, pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga akan memantau perkembangan usaha para penerima sebagai dasar evaluasi efektivitas program.

"Kalau usahanya berhasil dan berkembang, tentu akan dievaluasi dan berpeluang mendapatkan bantuan kembali. Ini menjadi motivasi bagi pelaku UMKM untuk terus meningkatkan usahanya," katanya.

Ia menambahkan pola pendampingan dan evaluasi tersebut diharapkan mampu menciptakan UMKM yang lebih tangguh, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus memperluas dampak program terhadap penurunan angka kemiskinan di Gorontalo.

Pada kesempatan itu, Idah mendampingi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyerahkan bantuan bahan produksi secara simbolis kepada perwakilan penerima di Kantor Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Provinsi Gorontalo.

Sebanyak 395 pelaku UMKM di Kota Gorontalo menerima bantuan bahan produksi. Penerima terdiri atas pemilik kios, warung makan dan minuman, pedagang gorengan, serta pedagang kue basah dan kue kering.



Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026