Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebutkan kontrak pengaturan tuan rumah (host contrac) ajang FIFA ASEAN Cup 2026 masih dinegosiasikan dengan pihak FIFA.
"FIFA sudah menyetujui kita sebagai tuan rumah dan sekarang masih ada sedikit lagi negosiasi mengenai host contract-nya saja, isi-isinya," kata Erick Thohir kepada awak media seusai rapat koordinasi lintas institusi perihal FIFA ASEAN Cup di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan surat jaminan pemerintah yang langsung dikirimkan kepada FIFA dan pihak FIFA telah menyetujui Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup.
Menpora menjelaskan kontrak terkait penyelenggaraan ajang tersebut masih dinegosiasikan. Isi kontrak tersebut, kata dia, tidak berbeda seperti saat Indonesia menjadi tuan Piala Dunia U17 FIFA 2023.
"Jadi tidak banyak berbeda. Cuma ini ada beberapa hal yang mungkin kita mau sinkronisasikan. Dan alhamdulillah hari ini kita sudah melakukan rapat terpadu, ya," katanya.
Menpora memastikan pemerintah mendukung penuh kejuaraan tersebut seperti ajang-ajang besar lainnya yang digelar di Indonesia. Tidak hanya untuk saat ini, ia melanjutkan, dukungan tersebut juga untuk tahun-tahun ke depan.
Kepala Negara, kata dia, percaya bawah olahraga ini tidak sebagai alat pemersatu bangsa, namun juga bagaimana menjadi alat kita juga mempromosikan kebaikan bangsa ke mancanegara.
"Apalagi FIFA ASEAN ini merupakan tadi, brand FIFA, ya. Bukan brand kami, PSSI, ataupun negara. Ini benar-benar program FIFA," katanya.
Menpora yang juga menjabat Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu menjelaskan ajang seperti FIFA ASEAN merupakan ajang terbesar FIFA setelah Piala Dunia. Oleh sebab itu, peran tuan rumah akan menjadi sejarah bagi Indonesia karena pertama kali digulirkan di negara ini.
FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan bergulir pada 23 September hingga 3 Oktober mendatang. Pelaksanaan ajang itu dibagi menjadi dua divisi yaitu premier division di Indonesia dan challengge division di Hong Kong.
Premier Division diikuti tim-tim dengan peringkat terbaik di kawasan, seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Filipina. Sementara itu, Challenge Division diisi oleh Hong Kong, Myanmar, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, dan Timor Leste. Masing-masing divisi kemudian dibagi ke dalam dua grup.
Format turnamen itu berbeda dengan turnamen pada umumnya. Tim yang finis sebagai grup langsung melaju ke babak final atau tidak ada babak semifinal. Artinya, setiap tim dituntut tampil konsisten sejak pertandingan pertama karena hasil buruk dapat memperkecil peluang untuk menjadi juara grup dan lolos ke final.
Berdasarkan hasil pengundian FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia tergabung di Grup A Premier Division bersama Malaysia, India, dan Singapura. Sementara itu, Grup B Premier Division dihuni Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Filipina. Sedangkan, Grup A Challenge Division terdiri atas Hong Kong, Myanmar, dan Brunei Darussalam. Sementara Grup B Challenge Division dihuni Kamboja, Laos, dan Timor Leste.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menpora sebut kontrak ajang FIFA ASEAN Cup masih dinegosiasikan
Pewarta: Aloysius LewokedaEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.