Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tengah menyiapkan insentif pajak bagi Exchange Traded Fund (ETF) emas agar memiliki perlakuan yang setara dengan instrumen surat berharga lainnya.
Airlangga menyampaikan insentif pajak tersebut sedang dipersiapkan sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan ETF emas sekaligus memperkuat daya tarik instrumen investasi berbasis emas di Indonesia.
"Kalau untuk (insentif) pajaknya akan disiapkan, karena itu sama dengan surat berharga lain," kata Airlangga di Jakarta, Selasa.
Airlangga menyampaikan hal tersebut ketika ditemui usai menghadiri Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 bertajuk "Regaining Investor Trust: Navigating the Future of Indonesian Listed Companies".
Menanggapi perkembangan kebijakan tersebut, Airlangga memastikan pemerintah telah melakukan koordinasi dengan otoritas terkait termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mempercepat proses penyusunannya.
"Sudah, sudah (koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Kementerian Keuangan)," katanya singkat.
Sebelumnya, dalam kegiatan itu, Airlangga menilai ETF Emas memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat investasi emas sekaligus memperbesar potensi bersaing dengan negara lain di tengah ketidakpastian global.
Menurutnya, pemerintah terus mendorong pengembangan sektor investasi emas, termasuk melalui peluncuran ETF emas yang menjadi instrumen fundamental dan telah diluncurkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Jadi ETF emas juga menjadi hal yang fundamental yang diluncurkan oleh OJK. Dan ini tentu kita berharap bahwa emas itu kita mulai dari hulu sampai hilir sebetulnya kuat," kata Airlangga.
Ia juga mengungkapkan saat bullion atau bank emas diluncurkan, Pegadaian mengelola sekitar 70 ton emas, sedangkan saat ini jumlahnya telah meningkat menjadi sekitar 153 ton emas nasional.
Menurut Airlangga, kepemilikan emas sebesar 153 ton tersebut memiliki nilai sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS) sehingga menunjukkan potensi besar pengembangan investasi emas di Indonesia.
Ia membandingkan nilai tersebut dengan ETF emas di India yang menurutnya berada pada kisaran 17 hingga 18 miliar dolar AS, sehingga Indonesia memiliki peluang bersaing lebih kuat.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko Airlangga sebut insentif pajak ETF emas disiapkan
Pewarta: Muhammad HariantoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.