Musi Banyuasin (ANTARA) - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong koperasi sektor perkebunan untuk memiliki dan mengelola pabrik minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) guna memperkuat hilirisasi kelapa sawit sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani.

Ferry mengatakan percepatan hilirisasi sawit berbasis koperasi dapat dilakukan dengan dukungan berbagai pihak, khususnya PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) yang mendapat mandat pemerintah untuk mengelola lahan sawit hasil penertiban oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Dalam Seminar Nasional “Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi” di Kantor Bupati Musi Banyuasin, Selasa, Ferry mengatakan koperasi yang masih aktif dan berada di sekitar area perkebunan sawit perlu mengambil peran lebih besar dalam memperkuat rantai pasok industri sawit.

“Koperasi didorong agar dapat mendirikan pabrik-pabrik CPO sendiri sehingga kebutuhan minyak goreng dan produk turunannya dapat dipenuhi secara mandiri oleh koperasi,” ujarnya.

 

Ferry mengatakan hilirisasi sawit berbasis koperasi dapat memperkuat posisi tawar petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kemenkop mencatat saat ini terdapat 2.587 koperasi yang bergerak di sektor perkebunan yang dapat menjadi basis pengembangan program tersebut.

Menurut Ferry, pengembangan hilirisasi membutuhkan strategi dan instrumen baru untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat, salah satunya dengan mengonsolidasikan petani sawit dalam badan usaha koperasi.

Ia menjelaskan terdapat dua model bisnis hilirisasi sawit berbasis koperasi yang dapat ditempuh, yakni memperkuat koperasi yang telah ada serta mengonsolidasikan koperasi primer melalui badan usaha yang lebih besar.

Ferry menilai dukungan pembiayaan menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat koperasi masuk ke sektor hilir.

Ia menyebut koperasi perkebunan yang telah ada dapat memanfaatkan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi.

Salah satu contoh, kata Ferry, adalah Koperasi Mandiri Makmur yang telah memperoleh pembiayaan dari LPDB Koperasi untuk pembangunan pabrik CPO. Pembangunan pabrik tersebut saat ini telah mencapai 45 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengatakan pihaknya akan mengutamakan koperasi di sekitar lahan yang dikelola sebagai mitra dalam kegiatan pemeliharaan tanaman, panen, dan kegiatan perkebunan lainnya.

 

Ia mengatakan dari total lahan yang dititipkan kepada Agrinas Palma terdapat kewajiban mengalokasikan minimal 20 persen sebagai plasma untuk rakyat. Untuk memenuhi ketentuan tersebut, pihaknya akan menggandeng koperasi sebagai mitra pengelolaan.

“Kami akan utamakan koperasi di sekitar lahan sebagai vendor pemelihara tanaman, panen, dan kegiatan lainnya. Dengan luasnya area yang kami kelola, koperasi menjadi mitra utama dalam mendukung hilirisasi sawit sekaligus ketahanan pangan,” ujarnya.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menkop dorong koperasi bangun pabrik CPO perkuat hilirisasi sawit

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026