Gorontalo (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo mempercepat peningkatan fasilitas yang dimiliki rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut.

"Setiap tahun kami memiliki 'PR' khusus dalam meningkatkan layanan rumah sakit ini, sebagai upaya memenuhi pelayanan kesehatan berkualitas sesuai harapan masyarakat dan selaras dengan visi dan misi Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Habibie," kata Direktur RSUD Hasri Ainun Habibie dr Fitriyanto Rajak di Gorontalo, Rabu.

Pihaknya menerima kunjungan Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo dalam rangka mendorong peningkatan layanan yang diberikan.

"Alhamdulillah DPRD Provinsi Gorontalo memberikan banyak masukan untuk peningkatan layanan kesehatan di rumah sakit ini. Seluruh masukan kami terima dalam rangka penyempurnaan pelayanan yang diberikan, termasuk dalam pemenuhan fasilitas dan kecukupan sumber daya manusia tenaga kesehatan," katanya.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo Gustam Ismail mengatakan pihaknya memberi masukan progresif dalam upaya meningkatkan layanan RSUD Ainun Habibie.

Pertama, kata Gustam, yaitu RSUD Ainun Habibie sebagai instansi mitra kerja Komisi IV DPRD, diharapkan segera berubah status dari tipe C menjadi tipe B.

"Kami mengunjungi rumah sakit ini, untuk melihat kendala mengapa belum naik status ke tipe B. Ternyata yang ditemukan, adalah masih terdapat banyak hal yang belum dilengkapi," kata Gustam.

Ia mencontohkan, ketersediaan tempat tidur yang masih kurang dari 200 unit.

Fasilitas ini diharapkan segera terpenuhi, sebab ketersediaan kapasitas tempat tidur bukan hanya menyangkut status rumah sakit, namun tentu akan berdampak pada tingginya minat kunjungan, sehingga penerimaan rumah sakit pun pasti meningkat.

"Kami mendorong pihak rumah sakit untuk memenuhi hal itu," kata Gustam.

Kedua, yaitu terkait pembangunan bunker radioterapi yang mendapatkan dukungan anggaran melalui dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp25 miliar.

"Komisi IV DPRD juga mendorong percepatan pembangunan bunker tersebut, termasuk pembangunan gedung rawat inap" katanya pula.

Saat ini pembangunan kedua fasilitas tersebut sementara berjalan, dan dari total lima lantai yang akan dibangun, pihaknya memberi dukungan kepada pihak rumah sakit untuk merealisasikan pembangunan gedung rawat inap lantai satu yang ditargetkan rampung di  2026.

Begitu selanjutnya setiap tahun berjalan untuk merampungkan setiap lantai sampai mencapai total lima lantai. Kami meninjau saat ini pembangunan tersebut sementara berjalan dengan progres yang baik," katanya pula.

Ketiga kata Gustam, adalah menyangkut peningkatan layanan rumah sakit Ainun Habibie yang tergolong sangat penting.

Hal itu mengingat rumah sakit yang terletak di Desa Dutulanaa, Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo ini, merupakan rumah sakit satu-satunya yang dimiliki Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Keberadaan rumah sakit ini dituntut mampu melayani harapan publik dalam memenuhi layanan kesehatan berkualitas dan sesuai standar mutu pelayanan.3

Direktur RSUD Hasri Ainun Habibie dr Fitriyanto Rajak (kanan) mendampingi Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo meninjau proses pembangunan gedung rawat inap. ANTARA/HO-RSUD Ainun Habibie



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026