Tokyo (ANTARA) - Pemerintah Jepang memprotes keras Korea Utara (Korut) atas peluncuran rudal balistik, yang terbang sejauh sekitar 690 kilometer dan jatuh di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) negara itu.
Protes keras Tokyo itu disampaikan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dalam konferensi pers, Rabu.
"Sehubungan dengan peluncuran ini, Jepang mengajukan protes keras kepada Korea Utara melalui jalur diplomatik via kedutaannya di Beijing dan mengutuk dengan keras," kata Koizumi.
Menurut dia, Korut telah meluncurkan setidaknya satu rudal balistik ke arah timur dari pantai timur Korut pada Selasa (11/8) sekitar pukul 20:59 waktu GMT atau Rabu pagi pukul 03:59 WIB.
Ketinggian maksimum rudal tersebut sekitar 90 kilometer dan jangkauannya sekitar 690 kilometer, kata Koizumi. Rudal balistik itu diperkirakan jatuh di Laut Jepang, di luar ZEE Jepang, tambahnya.
"Belum ada laporan mengenai kerusakan pada pesawat terbang atau kapal," kata Koizumi.
Menhan Jepang itu menekankan pihaknya terus menganalisis rincian peluncuran tersebut melalui konsultasi intens dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan.
ZEE merupakan zona seluas 200 mil laut dari garis dasar pantai, di mana sebuah negara memiliki hak atas kekayaan alam di dalamnya dan berhak mengimplementasikan kebijakan hukum negaranya serta memiliki kebebasan untuk navigasi, terbang, dan menanam kabel maupun pipa di kawasan tersebut.
ZEE Jepang menjadi yang terbesar kedua di Asia Pasifik dan terbesar ke delapan di dunia, dengan luas sekitar 4,47 juta kilometer persegi.
Sumber: Sputnik
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jepang protes keras Korut atas peluncuran rudal balistik
Pewarta: Fransiska NindityaEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.