Gorontalo (ANTARA) - Mahasiswa baru Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dibekali pengetahuan tentang antikorupsi dalam rangkaian pengenalan kehidupan kampus terbesar di Provinsi Gorontalo itu.
Ketua pelaksana kegiatan pengenalan kehidupan kampus UNG Zulkarnain Anu di Kota Gorontalo, Jumat mengatakan materi antikorupsi menjadi bentuk komitmen kampus ini dalam mendidik serta melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi tangguh secara moral dan berintegritas.
Menurut dia, pendidikan antikorupsi adalah bagian penting dari pembentukan karakter mahasiswa sejak mereka menapaki dunia kampus.
"Termasuk menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang positif," katanya.
Dia mengatakan pendidikan antikorupsi juga menjadi dukungan UNG pada agenda nasional tentang pemberantasan korupsi.
Universitas Negeri Gorontalo menegaskan komitmennya untuk mendidik generasi muda yang berintegritas.
Melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ini, UNG memberikan materi penguatan integritas mahasiswa sebagai upaya memerangi perilaku korupsi.
Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Gorontalo Rafid Mufti Humolungo memaparkan materi 'Pencegahan korupsi dari kampus: Membangun generasi muda yang jujur dan beretika'.
Rafid menekankan bahwa perguruan tinggi memegang peranan vital sebagai wadah pembentukan karakter, tanggung jawab dan integritas.
Menurutnya, benih-benih perilaku koruptif kerap muncul dari kebiasaan kecil yang dibiarkan di bangku kuliah.
“Korupsi bukan hanya persoalan uang, melainkan juga menyangkut penyalahgunaan kekuasaan, jabatan, atau kepercayaan demi keuntungan pribadi. Perilaku ini tidak mendadak muncul saat seseorang menjadi pejabat, tetapi bisa berakar sejak masa kuliah,” kata Rafid.
Ia mengatakan sejumlah contoh konkret aksi 'korupsi kecil' yang rawan terjadi di lingkungan kampus, yaitu mulai dari tradisi titip absen, menyontek, praktik plagiarisme, manipulasi data penelitian, sampai penyalahgunaan dana organisasi.
"Kebiasaan tidak jujur tersebut dinilai dapat mengikis moral, serta merusak karakter mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan," ujarnya di hadapan ribuan mahasiswa baru.
Rafid pun mengingatkan bahwa integritas sejati seorang individu justru diuji ketika tidak ada orang lain yang mengawasi.
"Mengingat mahasiswa hari ini adalah penentu kebijakan di masa depan, penanaman nilai kejujuran sejak dini menjadi benteng utama agar mereka tidak tergiur melakukan penyelewengan di kemudian hari," ujarnya.
Baca Juga : Bekali Mahasisa Baru Pengetahuan Anti Korupsi, UNG Berkomitmen Lahirkan Generasi Muda Berintegritas
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.