Gorontalo (ANTARA) - Komunitas Diver's Santuy berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar operasi sampah di kawasan wisata pantai Desa Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, pada Rabu.

Perwakilan Komunitas Diver's Santuy Gorontalo Gusnar Lubis Ismail di Bone Bolango, Rabu mengatakan aksi peduli lingkungan itu menyasar area pesisir hingga ke dasar laut guna menyelamatkan ekosistem terumbu karang dari ancaman kerusakan akibat sampah plastik.

"Langkah ini penting dilakukan untuk menjaga kelestarian terumbu karang dari dampak buruk material plastik," kata Gusnar.

Ia mengatakan perairan Desa Botutonuo dipilih karena memiliki karakteristik pesisir yang unik, dimana wilayah ini mempunyai barrier reff (karang penghalang) yang letaknya langsung berhadapan dengan garis pantai wisata dan ditumbuhi karang yang tergolong baik.

Selain pembersihan sampah di pantai dan dalam laut, gabungan komunitas peduli lingkungan juga melakukan transplantasi terumbu karang pada titik-titik yang teridentifikasi mengalami kerusakan.

Pembersihan permukaan dan dasar laut itu, kata dia, sengaja dioptimalkan agar struktur barrier reef maupun bibit-bibit karang yang baru saja ditransplantasi tidak tertutup atau rusak oleh sampah plastik.

Aksi tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 81 kemerdekaan RI.

Hal ini juga dinilai sebagai bentuk refleksi perjuangan modern dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia, khususnya sektor perikanan yang menjadi pilar kejayaan laut nasional.

Kegiatan itu melibatkan 30 personel gabungan, dimana delapan orang diantaranya sebagai penyelam yang bertugas khusus untuk mengumpulkan sampah di bawah laut.

Dari gerakan peduli lingkungan itu, katanya, tim berhasil mengumpulkan sekitar 50 kilogram sampah plastik. Meskipun volume sampah yang diangkat relatif sedikit, aksi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan.

Ia mengatakan gerakan tersebut sekaligus menjadi media kampanye pengurangan sampah plastik bagi masyarakat sekitar serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pesisir.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, sampah yang ditemukan didominasi oleh sampah rumah tangga yang terbawa arus laut.

Kawasan wisata Pantai Botutonuo, kata dia, sebenarnya cukup terjaga kebersihannya berkat peran aktif Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dibentuk oleh pemerintah desa setempat.

"Kami tidak akan berhenti menyuarakan kampanye lingkungan dan rutin melaksanakan aksi pembersihan sampah plastik, baik di kawasan pantai maupun bawah laut, demi menjaga kelestarian lingkungan maritim Gorontalo secara berkelanjutan," katanya.



Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026