Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Gorontalo mempercepat penyaluran bantuan pangan beras untuk menahan tekanan harga komoditas tersebut yang mengalami kenaikan cukup tinggi pada pekan kedua Agustus 2026.

Langkah itu dilakukan setelah hasil rapat pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri menunjukkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras pangan Gorontalo mencapai 8,06 persen secara mingguan.

Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo Trizal Entengo di Gorontalo, Rabu, mengatakan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail langsung meminta Bulog mempercepat penyaluran bantuan pangan Presiden Prabowo Subianto setelah rapat inflasi.

“Jadi kemarin setelah rapat dengan Sekjen Kemendagri, Bapak Gubernur langsung menghubungi Bulog untuk segera menyalurkan beras bantuan pangan Presiden Prabowo. Hari ini sudah mulai ditindaklanjuti,” kata Trizal.

Tekanan harga beras terlihat di sejumlah kabupaten. Kenaikan IPH tertinggi terjadi di Bone Bolango sebesar 13,01 persen, disusul Pohuwato 9,67 persen dan Gorontalo Utara 6,47 persen.

Menurut Trizal, percepatan distribusi diperlukan agar pasokan beras di tingkat masyarakat tetap terjaga, sekaligus membantu mengendalikan pergerakan harga pada kondisi musim kemarau.

“Sehingga Bapak Gubernur menginstruksikan kepada Kepala Bulog Gorontalo untuk segera menyelesaikan penyaluran beras bantuan pangan untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus dan September,” ujarnya.

Bulog kemudian menindaklanjuti instruksi tersebut dengan menetapkan 16 kecamatan sebagai lokasi penyaluran yang tersebar di Kabupaten Pohuwato, Bone Bolango, Gorontalo Utara dan Boalemo.

Sekitar 12.000 ton beras disiapkan untuk didistribusikan kepada masyarakat hingga 26 Agustus 2026. Penyaluran tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan sekaligus mengurangi tekanan harga beras di daerah yang mengalami kenaikan IPH.

Gubernur juga mengimbau masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan beras. Pemerintah memastikan stok beras di Gorontalo masih mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan.

 



Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026