Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo menyerap aspirasi melalui kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP), sebagai bagian dari upaya pembenahan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zainal Umar Sidiki.

Asisten I Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Pemkab Gorontalo Utara Irwan Abudi Usman selaku ketua tim penyehatan rumah sakit tersebut, di Gorontalo Utara, Sabtu mengatakan memimpin pelaksanaan Forum Konsultasi Publik yang menjadi bagian dari upaya mengevaluasi dan mendorong pembenahan rumah sakit.

Menurutnya forum tersebut sebagai ruang menyerap aspirasi sekaligus merumuskan rekomendasi nyata bagi perbaikan rumah sakit rujukan satu-satunya di wilayah Utara Provinsi Gorontalo tersebut.

Kehadiran berbagai unsur dalam forum ini kata Irwan, menjadi bagian penting karena persoalan dan pembenahan rumah sakit perlu dilihat dari berbagai perspektif.

Masukan dari masyarakat, tenaga kesehatan, akademisi, unsur media massa, maupun kelompok profesi lainnya, diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kondisi pelayanan rumah sakit.

Irwan mengatakan aspirasi masyarakat harus menjadi salah satu dasar utama dalam melakukan evaluasi dan pembenahan rumah sakit.

“Yang harus kita lihat adalah bagaimana menerima aspirasi dari masyarakat terkait keberadaan rumah sakit. Ada dari media, masyarakat, organisasi dan khususnya dari Dinas Kesehatan. Ini merupakan komunikasi yang harus kita lihat sebagai bahan perbaikan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik bagi layanan di rumah sakit ini,” katanya.

Proses penyehatan rumah sakit memerlukan komunikasi dan keterlibatan berbagai pihak.

Pemerintah daerah maupun pengelola rumah sakit tidak dapat berjalan sendiri tanpa mendengarkan pengalaman, kebutuhan dan harapan masyarakat sebagai pengguna layanan.

Ada tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian, yaitu pertama, bagaimana aspirasi masyarakat dapat diterima dan ditindaklanjuti.

Kedua, bagaimana berbagai unsur dapat menjadi bagian dari proses perbaikan.

Ketiga, bagaimana langkah penyehatan tersebut mampu membangun serta meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.

Ia juga mengingatkan agar berbagai persoalan yang muncul tidak dibiarkan berkembang tanpa penanganan.

Komunikasi terbuka menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi persoalan sekaligus mencegah munculnya krisis kepercayaan.

“Ketika muncul persoalan, ini harus menjadi bentuk komunikasi untuk menghadapi krisis. Kita harus mengelola situasi agar rumah sakit menjadi baik,” katanya.

Irwan mengatakan forum tersebut harus menjadi forum untuk menyampaikan pendapat yang harus menghasilkan langkah lanjutan.

Setiap masukan yang disampaikan peserta harus dirumuskan menjadi rekomendasi yang jelas dan diberikan kepada pihak yang memiliki kewenangan.

“Hasil forum ini bukan cuma sekadar bahan omongan, diskusi ataupun dialog. Tetapi harus melahirkan rekomendasi yang harus diterima. Rekomendasi kepada siapa? Tentu kepada pihak yang berkepentingan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan data dan hasil kajian dalam proses evaluasi, terutama ketika akan mengambil keputusan terkait kebijakan maupun kebutuhan anggaran rumah sakit.

Keputusan yang menyangkut pelayanan publik harus memiliki dasar yang jelas, agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar harus menjawab kebutuhan masyarakat.

Selain persoalan tata kelola, keterbukaan informasi juga menjadi perhatian.

Masyarakat memerlukan informasi yang jelas ketika menyampaikan keluhan maupun ketika menghadapi persoalan dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Oleh karena itu, forum yang melibatkan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat menjadi ruang evaluasi bersama.

"Kita tidak boleh hanya berhenti pada hasil konsultasi publik. Yang penting adalah menjalankan rekomendasi yang dihasilkan, sebagai bahan evaluasi untuk penyehatan rumah sakit ini," katanya.

Forum Konsultasi Publik dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, Direktur RSUD Zainal Umar Sidiki bersama jajaran manajemen, para kepala puskesmas, unsur masyarakat, media massa, perwakilan akademisi, serta masyarakat dari kalangan profesi.



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026