Gorontalo (ANTARA) - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Gorontalo Moh Fadjri Arsyad mengatakan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) harus dimanfaatkan sebagai sistem peringatan dini (early warning system), dalam menentukan strategi pencegahan dan pengawasan pemilu.

Hal itu ia katakan di Kota Gorontalo, Selasa usai menjadi narasumber Literasi Pojok Pengawasan Volume 19 yang digelar Bawaslu Provinsi Jawa Tengah secara daring.

Fadjri mengatakan IKP bukan sekadar kumpulan data mengenai kerawanan, melainkan instrumen yang dapat memberikan indikasi awal terhadap isu maupun wilayah yang memerlukan perhatian.

Informasi tersebut selanjutnya dapat diterjemahkan menjadi langkah mitigasi, strategi pencegahan, serta penguatan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.

“IKP menjadi early warning system untuk membaca sinyal kerawanan, memberikan indikasi awal terhadap isu dan wilayah yang memerlukan perhatian, serta menerjemahkan risiko menjadi langkah pencegahan dan strategi pengawasan,” kata Fadjri.

Menurutnya setelah kerawanan berhasil dipetakan, jajaran Bawaslu harus mampu menentukan prioritas pengawasan dengan memfokuskan perhatian pada isu, tahapan dan wilayah yang memiliki risiko lebih tinggi.

Dukungan personel, waktu, informasi, serta jaringan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat risiko di masing-masing wilayah.

Fadjri juga mencontohkan potensi kerawanan pada setiap tahapan pemilu tidak selalu sama.

Oleh karena itu, Bawaslu perlu menentukan wilayah, tahapan dan isu prioritas berdasarkan tingkat risiko serta dampak yang mungkin ditimbulkan, kemudian melakukan mitigasi sejak awal sebelum potensi tersebut berkembang menjadi pelanggaran.

Ia menambahkan, pengalaman pengawasan Pemilu 2024 harus menjadi sumber pembelajaran untuk menghadapi penyelenggaraan pemilu berikutnya.

Sejumlah isu seperti netralitas aparatur sipil negara, politik uang, pelanggaran kampanye, sengketa proses, daftar pemilih, sampai partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dari informasi pengawasan yang dapat digunakan untuk memperkuat pemetaan kerawanan dan merancang strategi pencegahan yang semakin tepat sasaran.



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026