Jakarta (ANTARA) - Menurut Airlangga, kenaikan mobilitas wisatawan membuka potensi belanja, kuliner, seni, budaya dan promosi ritel nasional.
Ia menilai kampanye belanja dapat diintegrasikan dengan event pariwisata dan budaya. Selain itu, ritel modern dapat menjadi etalase produk lokal untuk wisatawan domestik dan mancanegara.
“Dan kita melihat pembayaran jasa perjalanan wisatawan ke luar negeri itu mencapai 6,7 miliar dolar AS. Jadi tentu ini kalau sebagian bisa ditarik untuk belanja di dalam negeri, ini juga hal yang baik,” ujar Airlangga.
Lebih lanjut, ia mengatakan peningkatan mobilitas wisatawan dan belanja domestik melalui ritel modern ini pun perlu dijaga, karena berdampak besar terhadap perekonomian nasional.
“Tentu ini merupakan momentum yang harus kita jaga di tengah situasi perekonomian global yang belum baik-baik saja. Ritel Indonesia menunjukkan resiliensi dan bertahan untuk menopang perekonomian nasional,” kata Airlangga.
Oleh karena itu, ia juga meminta peritel bersama pemerintah untuk memperhatikan stok, distribusi, dan kualitas produk, agar mampu memenuhi kebutuhan dan minat konsumen untuk berbelanja di Indonesia.“Dan tentu nanti menjadi PR (pekerjaan rumah) bersama dengan Pak Menteri Perdagangan (Budi Santoso), karena kita tidak ingin stoknya tipis akibatnya masyarakat Indonesia belanjanya di tempat lain, di luar negeri. Tapi dengan adanya stok yang lebih besar, tentu yang belanja akan lebih banyak lagi,” jelas Menko Airlangga.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Airlangga sebut wisata belanja jadi motor pertumbuhan ekonomi baru
Pewarta: Arnidhya Nur ZhafiraEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.