Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto membandingkan proporsi struktur kabinet Indonesia dengan Timor Leste untuk menjelaskan bahwa banyaknya jumlah kementerian tidak otomatis menandakan pemerintahan tidak efisien.

​Prabowo dalam sambutannya di acara penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin, menanggapi anggapan sejumlah pihak yang sebelumnya melabeli jajaran kementerian dan lembaga dalam pemerintahannya sebagai kabinet gemuk.

​"Kabinet yang saya susun pernah dikatakan kabinet gemuk, tidak efisien," kata Prabowo saat memberikan sambutan yang dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden di Jakarta.

​Prabowo menuturkan bahwa skala jumlah penduduk dan luas wilayah menjadi faktor utama penentu kebutuhan struktur pemerintahan. Ia mencontohkan Timor Leste yang memiliki populasi sekitar 1,1 juta jiwa.

​"Ada negara Timor Leste yang jumlah penduduknya hanya satu juta. Lebih kecil dari banyak provinsi di Indonesia. Lebih kecil dari banyak kabupaten di Indonesia," ujarnya.

​Ia menyampaikan populasi Timor Leste bahkan berada di bawah jumlah penduduk sejumlah daerah di Indonesia, seperti Kabupaten Bogor dan Kabupaten Banyuwangi.

​​Namun, meski populasi negaranya tergolong kecil, lanjut Prabowo, Timor Leste ditopang oleh jajaran kabinet dengan jumlah anggota yang cukup banyak.

​"Kabinetnya Timor Leste 28," ungkap Prabowo.

​Menurut Presiden, perbandingan tersebut relevan untuk melihat konteks Indonesia yang memiliki populasi mendekati 300 juta jiwa sehingga membutuhkan penataan pemerintahan yang berimbang.

​Prabowo menyatakan penataan kabinet yang besar juga sejalan dengan konsensus politik nasional, mengingat pemerintahannya disokong oleh mayoritas kekuatan politik di parlemen.

​"Pemerintah koalisi yang saya pimpin termasuk besar, tujuh partai dari delapan partai di parlemen," katanya.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Soal kabinet "gemuk", Prabowo bandingkan RI dan Timor Leste

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026