Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Gorontalo menyalurkan bantuan pangan kepada 300 masyarakat di Kecamatan Telaga dan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga di tengah kondisi kemarau yang masih dirasakan masyarakat.
Bantuan tersebut disalurkan masing-masing sebanyak 100 paket kepada masyarakat di Desa Pantungo, Pilohayanga, dan Tuladenggi, Kamis.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat yang menghadapi kondisi kemarau panjang dan efisiensi.
“Bantuan ini adalah bentuk perhatian Pemerintah Provinsi, juga teman-teman dari anggota DPRD Provinsi, kepada masyarakat Gorontalo. Pada masa efisiensi dan kemarau panjang ini memang dirasakan oleh semua,” kata Idah.
Ia mengatakan dari total 10.118 penerima bantuan pangan di Provinsi Gorontalo, sebanyak 3.915 paket dialokasikan untuk masyarakat Kabupaten Gorontalo.
Setiap paket bantuan terdiri atas lima kilogram beras, satu kilogram gula pasir, dan dua liter minyak goreng.
Idah memastikan bahan pangan yang disalurkan kepada masyarakat berada dalam kondisi baik, termasuk minyak goreng yang digunakan bukan minyak goreng curah.
“Saya juga sudah mengecek tadi minyaknya. Kualitas minyak gorengnya bukan minyak goreng curah, tetapi minyak goreng yang bagus. Begitu juga beras dan gula,” ujarnya.
Menurut dia, bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, meskipun jumlah bantuan yang diberikan terbatas.
“Intinya, paling tidak untuk beberapa hari ke depan Bapak dan Ibu semua bisa mengurangi kebutuhan sehari-hari. Mungkin tidak seberapa, tetapi tolong dapat diterima dengan baik,” katanya.
Di tengah kondisi kemarau, Idah juga mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dan menghemat penggunaan air untuk memenuhi kebutuhan dasar selama kondisi tersebut berlangsung.
Pewarta: Faradila AlimEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.