Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mulai menyusun dokumen kajian risiko bencana tahun 2026-2030.

"Alhamdulillah penyusunan dokumen kajian risiko bencana ini mulai dilakukan, diawali dengan kegiatan sosialisasi," kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Pemkab Gorontalo Utara Irwan Abudi Usman di Gorontalo, Kamis.

Sosialisasi tersebut bertujuan menyamakan persepsi dan menghimpun masukan guna menyusun dokumen kajian risiko bencana yang akurat, mutakhir, dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan serta upaya pengurangan risiko bencana di daerah.

Irwan mengatakan daerah tersebut memiliki berbagai potensi ancaman bencana, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan sampai bencana lainnya.

Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk tidak hanya fokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan.

Dokumen kajian risiko bencana bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi dasar penting dalam memahami tingkat bahaya, kerentanan, kapasitas, serta risiko bencana di setiap wilayah.

"Dokumen ini akan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pembangunan, penataan ruang, perlindungan masyarakat, serta program pengurangan risiko bencana di daerah ini," kata Irwan.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah agar menjadikan hasil kajian risiko bencana sebagai pedoman dalam menyusun program dan kegiatan pembangunan.

Menurutnya setiap pembangunan harus memperhatikan aspek keselamatan masyarakat sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar berkelanjutan dan tangguh terhadap bencana.

Irwan juga mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, akademisi, media dan organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun budaya sadar bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Gorontalo Utara Usman Lagarusu mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi para pemangku kepentingan terkait penyusunan kajian risiko bencana.

Termasuk menghimpun serta memverifikasi data ancaman, kerentanan, kapasitas dan tingkat risiko bencana, sekaligus menghasilkan rekomendasi untuk penyempurnaan dokumen tersebut.

Sementara itu, sosialisasi juga menghadirkan narasumber dari perwakilan Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Cahyadi Ramadhan.

BPBD Gorontalo Utara menggelar sosialisasi penyusunan dokumen kajian risiko bencana Tahun 2026 sampai 2030, berlangsung di aula kantor BPBD setempat. Sosialisasi dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Gorontalo Utara Irwan Abudi Usman dan perwakilan Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB Cahyadi Ramadhan, pada Kamis (3/9/2026). ANTARA/Susanti Sako


Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026