Gorontalo (ANTARA) - Program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI menjadi peluang bagi pencari kerja muda di Gorontalo untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.
Kabid Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo Edwin Hulopi mengatakan, program MagangHub tersebut memberikan kesempatan peserta untuk belajar langsung di perusahaan sesuai minat dan kompetensinya.
"Peserta bisa melihat perusahaan-perusahaan yang mendaftar dan memilih yang diminati," kata Edwin di Gorontalo, Senin.
Magang Hub merupakan bagian dari Program Magang Nasional Kementerian Ketenagakerjaan yang ditujukan untuk memperkuat kompetensi lulusan perguruan tinggi melalui pengalaman kerja langsung di perusahaan.
Akses program dilakukan melalui platform resmi MagangHub Kemnaker. Perusahaan terlebih dahulu mendaftarkan diri sebagai mitra penyelenggara, kemudian peserta dapat memilih posisi magang yang sesuai dengan minat dan kualifikasinya.
Edwin mengatakan mekanisme tersebut memberikan ruang kepada peserta untuk mendapatkan pengalaman langsung mengenai kebutuhan dan pola kerja di perusahaan.
Menurutnya, pengalaman tersebut penting untuk membentuk keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Hal itu juga relevan dengan kondisi tenaga kerja di Gorontalo yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas peningkatan kapasitas, khususnya untuk memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja dengan keterampilan khusus.
"Fasilitas terkait dengan peningkatan kapasitas tenaga kerja itu masih sangat minim," ujarnya.
Ia mengatakan keterbatasan tersebut mencakup sarana, prasarana, peralatan hingga infrastruktur pelatihan tenaga kerja sehingga magang memberikan pengalaman kerja dan pelatihan yang penting untuk memperkuat daya saing tenaga kerja lokal.
Sementara itu, meski pemagangan ini adalah program Kementerian Ketenagakerjaan, Edwin menerangkan keterlibatan pemerintah daerah tetap memiliki peran setelah peserta ditempatkan di perusahaan.
Pemda melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap aktivitas peserta selama mengikuti pemagangan.
"Setelah penempatan magang kita diminta untuk mengevaluasi dan memonitoring aktivitas mereka di perusahaan," katanya.
Edwin berharap semakin banyak angkatan kerja muda memanfaatkan kesempatan pemagangan sebagai bekal sebelum bersaing di pasar kerja.
Pengalaman kerja tersebut diharapkan tidak hanya menambah keterampilan teknis, tetapi juga membantu pencari kerja memahami kebutuhan industri dan meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga tengah mendorong penguatan fasilitas pelatihan melalui rencana pembentukan UPTP BLK di Gorontalo yang diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan dengan jenis keterampilan yang lebih sesuai kebutuhan perusahaan.
Pewarta: Faradila AlimEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.