Moskow (ANTARA) - Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan kebijakan pemerintahannya mengenai Rusia akan tetap sama meski dianggap kurang populer dan berdampak terhadap peringkat partai Uni Demokratik Kristen (CDU) yang dipimpinnya.

"Saya tidak akan berubah seinci pun dari keyakinan mendasar saya bahwa kita sekarang harus membela kebebasan kita, termasuk dari Rusia. Saya mungkin harus menjelaskan posisi ini jauh lebih sering dan jauh lebih intensif," kata kanselir dalam konferensi pers di Berlin, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah bermunculannya anggapan bahwa partai-partai Jerman yang mendukung kebijakan anti-Rusia berpotensi menjadi minoritas di Negara Bagian Saxony-Anhalt, menyusul kemenangan partai oposisi sayap kanan Alternative for Germany (AfD) dalam pemilu.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya sengaja bergerak cepat untuk menuding Rusia terkait insiden pesawat nirawak di Bandara Leipzig, sebab ia "tidak ingin menunggu lebih lama untuk menyampaikan informasi ini kepada publik."

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Jerman tidak memiliki bukti ancaman dari Rusia dan mengaitkan tuduhan terhadap Moskow terkait insiden pesawat tak berawak di Leipzig dengan situasi politik domestik yang sulit di Jerman.

Pemilihan parlemen negara bagian Saxony-Anhalt diadakan pada Minggu, dengan AfD memenangkan 43,8 persen suara, sementara CDU berada di urutan kedua dengan selisih jauh, yaitu 17,2 persen.

Surat kabar Bild melaporkan bahwa pemilihan lokal di Saxony-Anhalt dapat menandai awal dari akhir pemerintahan Merz di Berlin dan menimbulkan pertanyaan tentang pengunduran dirinya lebih awal.

 

Sumber: Sputnik

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Merz: Kebijakan Jerman atas Rusia tak berubah meski tidak populer

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026