Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyalurkan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada ribuan warga penerima di Kelurahan Hunggaluwa dan Tenilo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Selasa.
Penyaluran bantuan tersebut menyasar 850 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kelurahan Hunggaluwa dan 300 KPM di Kelurahan Tenilo.
Berdasarkan data Bulog Gorontalo, alokasi penerima manfaat beras CPP untuk Kabupaten Gorontalo pada 2026 mencapai 68.450 KPM. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 22.170 KPM dibandingkan 2025 yang tercatat 46.280 KPM.
“Kami berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas penambahan kuota penerima beras CPP di Gorontalo. Penambahan itu berdasarkan hasil pendataan dari tingkat desa dan kelurahan, serta adanya perubahan desil,” kata Gusnar.
Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Perum Bulog untuk mempercepat penyaluran beras CPP kepada masyarakat.
Menurut Gusnar, percepatan penyaluran tersebut penting untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi kemarau sekaligus menjaga stabilitas harga beras di daerah.
Pada penyaluran periode Juli, Agustus dan September, setiap KPM mendapatkan sebanyak 30 kilogram beras.
“Semalam saya baca di running text televisi, Bapak Presiden sudah memerintahkan untuk disalurkan sampai bulan Desember. Jadi setelah ini akan diproses sehingga diharapkan secepatnya bisa diterima masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyampaikan apresiasi atas penyaluran bantuan beras CPP kepada masyarakat di daerahnya.
Ia menilai bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi paceklik akibat kemarau yang masih berlangsung.
“Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Gubernur Gorontalo yang telah memberikan alokasi yang cukup besar buat Kabupaten Gorontalo. Patut disyukuri karena pemerintah selalu hadir membantu masyarakat,” katanya.
Sofyan mengingatkan masyarakat penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
“Manfaatkan sebaik-baiknya dan jangan dijual,” pesannya.
Pewarta: Faradila AlimEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.