Gorontalo (ANTARA) - Ketua Tim Penggerak Posyandu (TP Posyandu) Provinsi Gorontalo Nani Ismail Mokodongan menekankan pentingnya pola asuh dan pengawasan orang tua dalam upaya menurunkan angka tengkes (stunting) di daerah.

Hal itu disampaikan Nani saat menyalurkan bantuan susu bagi balita tengkes di Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Selasa.

Nani mengatakan pemberian bantuan susu harus diikuti perhatian dan pengawasan orang tua di rumah agar asupan gizi anak sesuai dengan anjuran.

“Tolong ibu-ibu yang mempunyai anak stunting ini diperhatikan dan terus dikawal dengan bantuan yang diberikan kepada ibu-ibu. Ini semua tujuannya untuk menurunkan atau menghabiskan angka stunting yang ada di Kabupaten Gorontalo, khususnya desa "pilot project" di Tabumela,” kata Nani.

Ia juga meminta orang tua rutin membawa anak ke posyandu untuk memantau kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak secara berkala.

“Rajin-rajinlah pergi ke posyandu agar ibu dan anak itu dalam keadaan sehat selalu,” ujarnya.

Di Desa Tabumela terdapat 30 anak tengkes yang menjadi sasaran "pilot project" penanganan tengkes. Setiap anak mendapatkan bantuan susu sebanyak delapan dus dengan berat masing-masing 450 gram sebagai bagian dari intervensi pemenuhan gizi.

Nani berharap intervensi penanganan tengkes tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga diikuti perubahan pola asuh dan perhatian orang tua terhadap kebutuhan anak.

Menurut dia, perkembangan anak akan terus dievaluasi untuk mengetahui dampak intervensi yang diberikan sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan tengkes selanjutnya.



Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026