Gorontalo (ANTARA) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menggelar pelatihan relawan anti narkoba di desa, seperti yang dilakukan di Desa Ayuhulalo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN tematik UNG Dr Heldy Vanni Alam di Gorontalo, Kamis mengatakan upaya menciptakan lingkungan desa yang aman dan bersih dari penyalahgunaan narkoba terus didorong, khususnya oleh mahasiswa UNG melalui kegiatan KKN tersebut.
Salah satunya melalui pelatihan tim relawan anti narkoba yang digelar di kantor Desa Ayuhulalo.
Menurutnya kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah mahasiswa KKN tematik UNG, dalam mendorong terwujudnya Desa Ayuhulalo sebagai Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba).
Pelatihan melibatkan masyarakat serta unsur terkait di desa, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun kesadaran warga mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Tidak sekadar memberikan informasi, pelatihan ini diarahkan untuk menumbuhkan keberanian dan kepedulian masyarakat agar turut mengambil bagian, dalam upaya pencegahan narkoba di lingkungan masing-masing.
Mahasiswa KKN tematik UNG berharap masyarakat dapat menjadi bagian aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi dari dua narasumber.
Salah satunya Lutfiani Labuga yang memberikan penyuluhan mengenai pencegahan narkoba.
Ia mengatakan ancaman narkoba dapat hadir di sekitar kehidupan masyarakat, baik melalui lingkungan pergaulan maupun perkembangan media sosial.
Kondisi tersebut, menurutnya, memerlukan keterlibatan masyarakat sampai tingkat desa.
Semakin kuat kepedulian dan pengetahuan masyarakat, semakin luas pula jangkauan upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk melindungi lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Pesan tersebut kemudian dirangkum melalui semboyan Cegah, Lawan dan Laporkan.
Semboyan ini menjadi dorongan bagi masyarakat agar tidak bersikap pasif ketika menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungannya.
Para peserta juga diberikan pemahaman bahwa menjadi relawan tidak cukup hanya dengan kepedulian.
Ada tiga hal utama yang perlu dimiliki, yakni niat, ilmu dan aksi.
Niat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, ilmu melalui pemahaman mengenai bahaya narkoba dan langkah pencegahan, sedangkan aksi diwujudkan melalui sosialisasi, edukasi, serta pendampingan kepada masyarakat.
Heldy menjelaskan keberadaan tim relawan diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat, sebagai edukator sekaligus sahabat bagi warga dalam membangun kesadaran mengenai bahaya narkoba.
“Keberadaan tim relawan diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat sebagai edukator sekaligus sahabat bagi warga, khususnya dalam memberikan informasi dan membangun kesadaran mengenai bahaya narkoba,” katanya.
Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN tematik UNG berharap terbentuk tim relawan yang mampu menjadi mitra masyarakat, dalam menjalankan upaya pencegahan narkoba secara berkelanjutan.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.