Gorontalo (ANTARA) - Keterlibatan pelajar dan generasi muda dalam Mokarawo Kolosal pada Hulonthalo Art and Craft Festival (HARFEST) X dan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 menjadi ruang untuk memperkenalkan keterampilan Karawo sekaligus membuka peluang pengembangannya sebagai bagian dari ekonomi kreatif.
Mokarawo Kolosal yang berlangsung di Gedung Grand Palace Convention Center, Kota Gorontalo, Sabtu, melibatkan sekitar 300 pengrajin milenial dan masyarakat umum, termasuk pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat meninjau kegiatan tersebut mengatakan keterlibatan anak-anak dan generasi muda penting untuk memastikan keterampilan khas Karawo tidak berhenti pada satu generasi pengrajin.
“Mokarawo Kolosal ini luar biasa sekali. Bahkan tadi saya lihat ada anak TK. Ada juga SMP dan SMA yang didampingi oleh para pengrajin lainnya. Tentunya ini adalah kesempatan yang baik sekali, di mana kearifan lokal ini memang harus dipertahankan dan ada pengkaderan,” ujar Idah.
Menurut dia, pengenalan Karawo sejak usia dini dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kecintaan sekaligus keterampilan generasi muda terhadap kerajinan khas Gorontalo tersebut.
“Lewat siapa? Lewat anak-anak muda ini untuk tetap mencintai Karawo,” tegasnya.
Idah mengatakan salah satu keterampilan yang perlu mendapat perhatian dalam proses regenerasi tersebut adalah teknik pengirisan kain yang menjadi bagian penting dalam pembuatan Karawo.
Ia menilai keterampilan pengirisan memiliki kekhasan tersendiri dan tidak banyak ditemukan dibandingkan keterampilan menyulam.
“Nah, tentunya selain Mokarawo, ini kan di Gorontalo langka sekali kita temukan yang bagian pengirisan. Nah, ini memang sangat dibutuhkan, cara pengirisan. Kalau menyulam mungkin banyak, tetapi pengirisan ini dan desain juga sudah banyak diminati anak-anak kita,” jelasnya.
Menurut Idah, penguasaan teknik tersebut tidak hanya penting untuk menjaga keberlangsungan Karawo sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk mengembangkan desain dan produk Karawo sesuai dengan perkembangan zaman.
Karena itu, ia mendorong agar keterampilan Karawo, termasuk teknik pengirisan dan desain, dapat semakin dikenalkan di lingkungan pendidikan sehingga proses regenerasi pengrajin berlangsung secara berkelanjutan.
Mokarawo Kolosal menjadi salah satu konsep yang membedakan pelaksanaan GKK 2026 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian HARFEST X dan GKK 2026 yang berlangsung pada 11–13 September.
Pelaksanaan Mokarawo Kolosal melibatkan sekitar 300 pengrajin milenial dan masyarakat umum sebagai bagian dari upaya memperluas pengenalan Karawo kepada generasi muda.
Pewarta: Faradila AlimEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.