Gorontalo Utara (ANTARA) - Pemandangan berbeda nampak terjadi di penghujung kegiatan pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026 Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, yang berlangsung di Hotel FOX Kota Gorontalo.
Ketua DPRD Gorontalo Utara Dedy Dunggio di Kota Gorontalo, Minggu meminta seluruh pimpinan DPRD dan para anggota Badan Anggaran DPRD, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dipimpin Sekretaris Daerah Suleman Lakoro, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk memanjatkan doa sejenak.
"Kita membahas anggaran yang sangat penting bagi pelaksanaan pemerintahan daerah, dan kepentingan masyarakat daerah ini. Oleh karena itu, sangat layak kita untuk menutup proses pembahasan APBD P Tahun Anggaran 2026 ini, dengan memanjatkan doa bermohon kepada Sang Kuasa agar kemarau panjang yang sedang berlangsung segera berakhir," kata Dedy.
Doa bersama pun dipimpin langsung anggota Badan Anggaran DPRD Windra Lagarusu.
Kemarau panjang yang berdampak pada kekeringan baik dirasakan langsung masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air rumah tangga, untuk areal persawahan, perkebunan dan kepentingan publik lainnya, diharapkan segera berakhir.
"Dalam doa bersama ini, kami meminta agar seluruh persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah ini, segera berakhir, baik masalah anggaran di tengah efisiensi maupun kekeringan ekstrem," katanya.
DPRD maupun pemerintah daerah bermunajat bersama meminta pertolongan Allah untuk melewati kemarau panjang dan segera diturunkan hujan agar permasalahan kekeringan segera teratasi.
Ia berharap doa yang sama juga dilakukan seluruh masyarakat dari ujung Tombulilato Atinggola sampai Cempaka Putih Tolinggula.
Ketua DPRD pun mendukung penuh langkah pemerintah daerah dalam penyaluran air bersih di seluruh titik rawan kekeringan.
"Kita dukung terus program pemerintah daerah ini, untuk mengatasi persoalan kemarau panjang yang berdampak pada kekeringan yang dirasakan masyarakat,' kata Dedy.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.